POV Cinta Aku tersenyum kecil saat Mas Zain memandangku. "Cinta, aku tidak ingin kita sampai bertengkar seperti itu." Kuanggukkan kepala. Andai kamu tahu, Mas. Bahwa aku membohongimu. Mas Zain merangkulku lantas mendaratkan kecupan singkat di bibir istrinya ini. Aku tersenyum kecil. "Cinta." "Ya?" Aku mendongak memandangnya. "Kamu membuatku tergila-gila." Ia mendongakkan wajahku dan kembali mencium bibirku. "Cinta." "Ya?" "Aku sayang kamu." "Aku juga, Mas." Aku melepas tangannya dari tubuhku setibanya di taman belakang. Mas Zain menatap ke arah tenda di tengah bunga-bunga, lalu tatapannya pindah ke pembakaran yang tengah dibuat oleh Tara menggunakan tempurung kelapa. "Sepertinya ada yang dengan sengaja mencabut bunga istriku." "Kau ini. Bagaimana mungkin belakang rumah isinya bu