Bukan Orang Ketiga | Bab 31

1141 Kata

Semua pelayan berlari cepat di tengah malam. Padahal belum sampai seminggu ketenangan menyelimuti tempat ini sejak kepergian Pak Arya. Semua pelayan bahkan di bangunkan dengan panik dan segera berbaris ke depan kamar utama. Kamar Gema dan Ajeng karena malam ini giliran mereka tidur bersama. Biasanya Ajeng hanya akan mengajak bicara laki-laki itu meskipun tidak di tanggapi sampai ia lelah dan terlelap tidur. Tapi malam ini beda. Gema pulang saat jarum jam sudah menyentuh pukul 10 malam. Setidaknya laki-laki itu sudah telat hampir sejam. Ajeng melipat kedua tangannya di depan d**a sambil menatap tajam laki-laki yang baru masuk ke dalam kamarnya itu. Siap memarahi Gema yang pulang terlambat. Tapi tubuh yang terlihat lemah itu, dengan wajah pucat dan bibir yang kering mengalihkan keingi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN