43. Jangan!

1116 Kata

Amel menatap pada tangannya yang pasti memerah, karena tarikan dari Hansel, yang membuat dia meringis kesakitan dari tadi, berusaha untuk membuat melepaskan tangannya dari Hansel. “Pak, sakitthhh.” Rintih Amel, sudah terlalu sakit ketika tarikan tangan dari Hansel yang begitu erat dan kuat sekali. Padahal bukan Amel yang salah, kenapa melampiaskan pada Amel? Hansel menghempaskan pergelangan tangan Amel. Berbalik menatap tajam pada Amel. “Kau kesakitan? Makanya kau jangan menjadi jalang. Kau menggoda Marko, sayang. Kau menggoda lelaki yang bukan suamimu,” ucap Hansel, menatap pada wajah cantik Amel. Hansel mengusap pipi Amel lembut, menelusuri kulit putih Amel yang begitu menggoda dirinya untuk digores sedikit. Hansel terkekeh kecil, menjauhkan tangannya. Amel mendengarnya menelan saliv

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN