“Kalian mau berpelukan terus? Amel! buat makanan sekarang!” Hana dan Amel menatap pada Hansel yang berdiri di daun pintu, sambil bersedekap lalu menatap tajam pada keduanya. Hansel menguap pelan. “Kalian mau menangis dan saling hapus air mata terus? Ayo! Buat makanan. Amel! Bukankah kau mau menjadi istri yang baik? Dan pandai dalam melayani suami? Tentu kau tidak mau menjadi istri yang buruk bukan? Tidak membuat makanan.” Ucap Hansel menatap tajam pada Amel. Amel mengangguk kaku. Lalu mengusap wajahnya kasar. Amel turun dari atas ranjang, lalu Amel berjalan keluar dari dalam kamar yang ditempati olehnya dan Hana semalam. Plak! Tubuh Amel menegang ketika Hansel memukul pantatnya. Mata Amel menatap pada lelaki yang sudah menjadi suaminya tiga bulan yang lalu, menatapnya dengan senyum

