Tiara yang baru saja selesai memasukan data-data periklanan dari awal tahun hingga sekarang lantas beranjak dari tempat duduknya. Ia menghampiri Rosa, lalu mengetuk-ngetuk permukaan meja rekannya itu dengan pelan sembari berkata, "Mbak Rosa, mau ke kafetaria nggak hari ini?" Rosa yang hari itu menggulung rambutnya, membuatnya terikat dengan cepolan messy bun yang rapih mendongak dan melihat Tiara. Cengiran lebar Tiara sudah seperti model iklan pasta gigi di sana, tapi wanita itu membalasnya dengan senyuman tipis yang hampir tidak terlihat. "Boleh, boleh. Rey, udah selesai belum kerjaannya?" Rey, pria satu-satunya di antara merekapun menoleh. "Bentar, dikit lagi." Ceklek. Pria itu menekan tombol pada keyboardnya dengan sangat keras dan menyunggingkan senyum yang tidak kalah lebarnya.