SERRA MEREMAS TANGANNYA setelah selesai membaca halaman kedua dalam buku catatan harian milik Sakilla. Ia menggertakan gigi dan berusaha sekuat mungkin untuk menahan bom yang siap meledak di dalam dirinya karena Fabian. Gadis itu menggunakan jam istirahat sebagai waktu yang tepat untuk melanjutkan rasa penasarannya. Isi dari halaman pertama buku catatan harian milik Sakilla terus mengusiknya di jam pertama pelajaran. Dan halaman berikutnya, hanya semakin membuat Serra yakin bahwa Fabian adalah dalang dibalik kematian saudara kembarnya tersebut. Namun baru saja Serra hendak membalik halaman berikutnya -untuk mengetahui lebih banyak- dalam buku catatan harian tersebut, suara Marcello yang tiba-tiba menggelegar di kelas mendadak mengejutkannya. "Sereh! Gawat!" Laki-laki itu berlari