Adik iparku terdiam, dia mengambil duduk di kursi yang harusnya suamiku tepati. “Ada masa—“ aku menatapnya dengan air mata yang sudah tidak bisa kusembunyikan, “Anna...” Kaflin terlihat cemas, sekaligus bingung dengan tanggapanku. “Tidak apa-apa, Kai. Lagi pula bukan tugasmu, biar Kai yang menjelaskan sendiri.” Kaflin terdiam, aku akan menghapus air mata dengan punggung tanganku ketika Kaflin lebih dulu mengangsurkan selaput tangan “ini bersih.” “Terima kasih, Kaflin.” aku tidak beritahu Kaflin dinner malam ini bukan dinner biasa. Aku tak ingin semakin terlihat menyedihkan sekarang. Kaflin mengangguk, menatapku lalu pada makanan yang ada di meja. “lalu makanan ini? Sudah dipesan.” Aku memaksakan tertawa, “makanan ini tidak layak disalahkan, kamu sudah makan malam?” “kebetu

