“Sekarang aku tahu alasanmu begitu menutup diri. Masa lalumu." Dia menghela napas sebagai jeda "pasti semua tidak mudah. Anna yang aku kenal terlihat kuat menutupi segalanya dan terlihat baik-baik saja.” *** Kami sudah meninggalkan taman dan makan siang di resto terdekat dari sana. sekarang sudah berada di perjalanan menuju tempatku. Kami masih di dalam bus kota. Aku duduk di dekat jendela, langit mulai gelap. Sedangkan Abbas duduk di sampingku. Kami tidak banyak bicara lagi lebih tepat Abbas biarkan aku dengan dunia sendiri serta pandangan menarik pada setiap jalur yang dilewati bis. Hari ini begitu panjang, melelahkan sekali. Keluar dengan Abbas pilihan tepat, aku bisa bernapas tidak seperti pagi tadi. Melalui kaca di sisi, aku bisa melihat pemandangan kota. Lampu-lampu mulai dih

