“Papa...” Air mataku jatuh. Kehabisan kata-kata. “Papa sudah setuju syarat yang Kai ajukan sebagai perjanjian di antara dua perusahaan kita.” “Apa? Syarat apa yang Kai inginkan dari Papa.” Papa menghela napas, sementara aku sudah tersedu-sedu. Firasatku yakin akan segera dengar jawaban yang tidak kuharapkan. "Menikahkan kamu dengan Kai kembali.” “Tidak, Pa! Aku tidak bisa kembali dengan Kai!” aku bicara agak keras. “Anna, Papa tidak langsung setuju. Percayalah, Papa butuh waktu untuk memberi jawaban pada Kai. Papa pun memikirkan perasaan kamu. Tapi, ini memang yang terbaik—“ “Terbaik untuk siapa, Pa?! Papa sedang korbankan aku lagi, dulu pernikahan ada karena Papa dan orang tua Kai sebagai rekan lama, walau aku naif mengaku sudah jatuh cinta pada Kai. Sekarang harus terulang kali ke

