Malam pernikahan seringkali menjadi malam yang menakutkan untuk sebagian pengantin. Tidak bisa tidur lah, gak enak makan lah dan bolak balik ke kamar mandi karena rasa mulas yang senantiasa menyerang perut. Sejak tadi sore, Adi sudah berkencan dengan kamar mandi. Pria itu yang hanya bertelanjang dadaa dan memakai kolor pendek, setiap lima menit sekali pasti masuk kamar mandi. Rasanya perut Adi seperti diaduk-aduk mengetahui kenyataan besok dia harus ijab qobul. Adi senang, tentu saja karena besok dia sudah resmi menjadi suami Dara, tapi jantungnya terus bertalu-talu, ketar ketir dengan apa yang akan terjadi besok. Di dapur rumah Adi, ibunya, Elleana dan kakak iparnya sibuk menyiapkan hantaran yang akan dibawa besok ke rumah Dara. Mereka bertiga dibantu ibu-ibu tetangga menyiapkan macam-m

