57. Jangan Putus!

1024 Kata

Adi menggeliat dalam tidurnya, punggung dan lehernya terasa sangat sakit tatkala dia mencoba menggerakkan tubuhnya. Suara orang mengaji pun terdengar masuk di indra pendengaran Adi, buru-buru Adi segera terduduk. Adi terbiasa bangun subuh untuk ikut jamaah di masjid dekat rumahnya. Adi mengerjapkan matanya saat merasa ini bukan kamarnya. Seolah ingat sesuatu, Adi segera menatap ke sekelilingnya. Mata Adi jatuh pada Dara yang tidur meringkuk sambil masuk di dalam sarung. Adi  terkekeh melihat Dara yang bak kepompong. Adi mengusap tengkuknya yang sakit, tidur di sofa yang ukurannya tidak lebih panjang dari tubuhnya pun sangat menyiksa. Adi beranjak berdiri dan melipat selimut dengan rapi. Adi mendekati Dara, pria itu menusuk-nusuk pipi Dara dengan pelan.  “Dara, bangun!” bisik Adi mengangka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN