Dara menggeliat dalam tidurnya, perempuan itu menendangkan kakinya ke arah samping dengan kencang. Tidak hanya itu, Dara merentangkan tangannya dengan kencang hingga mengenai Adi yang telentang sembari menatap ke langit-langit kamar. Adi sudah bangun sejak tadi, pria itu juga sudah mandi dan menunaikan kewajibannya. Sejak pukul lima pagi, Adi tidak berhenti mencoba membangunkan Dara, tapi Dara sama sekali tidak mau terbangun. Adi sudah membawa ember dan memukulnya dengan spatula, Dara tetap tidak terganggu. Bawa panci, bawa wajan, dan bawa segala hal yang menimbulkan bunyi berisik, tapi tetap saja Dara asik mendengkur. Dan saat ini Dara menendang kakinya dengan kencang, menimpa tubuhnya dengan tangannya yang direntangkan. Perempuan itu tidak ada santai-santainya kalau sedang bertingkah.

