Bab 34

844 Kata

Farah tidak langsung menjawab. Ia berdiri mematung beberapa detik, menatap pria bernama Anwar itu dengan tatapan waspada. Wajahnya biasa saja, tapi matanya menyimpan ketegangan yang tidak bisa ia sembunyikan. “Masuk,” ucap Farah akhirnya singkat. Anwar menutup pintu perlahan di belakangnya. Ia tidak menyalakan lampu utama, hanya lampu meja yang redup. Suasana kamar menjadi sunyi, terlalu sunyi. “Kau lebih berani dari yang kupikir,” kata Anwar pelan. Farah menyilangkan tangan di depan d**a. “Kau datang ke kamarku tengah malam tanpa izin. Jadi jangan bicara soal keberanian.” Anwar tersenyum tipis. “Kau benar-benar bukan Sarah.” Farah menegang, namun wajahnya tetap datar. “Hati-hati bicara.” “Tenang,” kata Anwar cepat. “Jika aku ingin membongkarmu, aku sudah melakukannya sejak awal.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN