Bab 109. Biar Waktu Yang Mengobati

1069 Kata

“Nina!” Asha berhambur memeluk Nina. “Ya ampun, maafin gue nggak tahu kalau lo jadi korban penculikan. Lo pasti takut banget, ya Tuhan, Nina….” Nina tertawa mendengar racauan Asha. Ia menepuk punggung sahabatnya pelan. “Nggak apa-apa. Emang awalnya kan nggak di-up ke publik makanya nggak ada yang tahu kecuali orang deket.” Asha melepas pelukan. “Tetep aja gue sedih. Kok lo masih bisa senyum-senyum gini sih? Lo pasti takut banget kan waktu diculik?” Ia mengusap ujung matanya yang basah. Asha nangis betulan, tak bisa membayangkan semengerikan apa pengalaman Nina saat diculik. “Soalnya udah lewat lama makanya gue bisa senyum-senyum gini. Udah hampir sebulan kan? Kalau awal-awal ya kayak mayat hidup. Untung aja suami gue sabar banget nemenin gue.” Nina mundur selangkah, menggamit lengan Rya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN