Para pixie tampak terpesona dengan Rufus. Mereka tak henti-hentinya menatap Rufus dengan pandangan yang menyiratkan rasa kagum. Puluhan pixie terbang mengelilingi Rufus dan memancarkan kerlip cemerlang dari sayap-sayap mereka yang menyerupai sayap kupu-kupu. ″Ada apa ini?″ bisik Melisa di samping Rayan. ″Kenapa reaksi mereka berbeda sekali?″ Melisa jengkel, reaksi para pixie terhadap Rufus di luar dugaan Melisa. Para pixie itu seakan mendewa-dewakan Rufus, tatapannya begitu penuh dengan puji-pujian. Setiap ucapan yang keluar dari mulut para pixie tersebut tak jauh-jauh dari kalimat yang di telinga Melisa terdengar seperti potongan puisi cinta. ″Mereka sedang mengagumi Rufus,″ jawab Rayan. Andai saja diizinkan, Melisa ingin sekali menyemprotkan obat nyamuk ke arah para pixie. ″Ini pili

