Tidak Ada yang Mengharapkan

2230 Kata

Bulan tampak bulat di atas alun-alun Danaberta. Sementara dunia di bawah langit terasa sunyi memilukan. Bersama angin yang berembus sayu, membisikkan rahasia bintang pada reruntuhan Danaberta. Dan di dalam selimut keheningan, datanglah seorang fairy rupawan berambut perak. Tidak ada keindahan yang tersisa di tempat itu. Semua bangunan dan patung yang dahulu menghias alun-alun telah hancur tak berwujud. Sementara semak ivy sukses mengklaim seluruh daratan di alun-alun. Dahulu kala, ketika Danaberta masih berjaya, raja sering sekali menghibur rakyatnya dengan pertunjukkan kembang api. Sejenak Rufus mengedarkan pandangan ke sekeliling. Setelah merasa aman untuk melakukan pemanggilan barulah Rufus memilih sebuah pohon yang paling besar di antara kaumnya. Ditaburkannya beberapa serbuk emas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN