Hidup dalam Mimpi

1608 Kata

Semua yang bertugas melumpuhkan penjagaan sudah berangkat sebelum Melisa dan Rufus. Para fairy memanggil kuda hutan berwarna hitam pekat dengan kedua mata berwarna merah dan langsung menungganginya. Sementara Melisa menunggu di perkemahan bersama Rufus. ″Jadi,″ kata Melisa pada Rufus yang tampak duduk santai di atas tanah. ″Mengapa kita tidak ikut serta dengan rombongan sebelumnya? Mengapa harus menunggu di sini dan tidak langsung ikut? Kenapa kau tidak mengembalikan busurku? Mengapa aku harus bersamamu? Dan, kenapa aku tidak boleh bersama Rayan?″ Semua pertanyaan terucap dalam satu tarikan napas. Berdua bersama Rufus membuat Melisa merasa tidak nyaman. ″Lalu?″ jawab Rufus santai. Rufus terlihat tidak terganggu dengan daftar pertanyaan Melisa. Sikap santainya membuat darah Melisa me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN