“Aditya!?” Seru Kirana separuh menjerit kaget lantaran tak menyangka pria itu ada di kamarnya dan separuhnya lantaran penampakan Mbah Wanti yang di luar dugaannya. Di saat ada Aditya dan Rendi di sini, nenek tua itu justru berulah tanpa melihat kondisi. Teriakan dari suara yang sangat dikenalinya itu sontak mengembalikan kesadaran Aditya. Pria itu menggelengkan kepalanya seketika, terkejut dengan posisinya berdiri di sana entah berapa lama. Aditya memalingkan wajahnya ke belakang dan kembali spot jantung melihat adegan yang diperagakan Kirana bersama Rendi. Kemarahan serta rasa cemburu mencuat dari hatinya, tak bisa ia tampik bahwa ia tidak senang melihat pria lain menjamah wanita miliknya. “Lepaskan tangan busukmu dari wanitaku!” Pekik Aditya lantang menggertak kepada Rendi. Rendi ters

