KORBAN BERIKUTNYA

2218

Ketiga orang dalam ruangan privat itu sempat bersenda gurau melepas penat penantian, namun mendadak Rizal bungkam saat dirinya yang peka bisa merasakan gejolak yang bertabrakan dengan aura positif dalam dirinya. Perubahan mimik wajahnya yang kentara itu membuat yang lainnya ikut bungkam, ikut terbawa suasana tegang yang diciptakan Rizal. “Dia datang.” Gumam pria cenayang itu singkat, namun berhasil menggelitik rasa takut Amira. Gadis itu memucat, merasakan kecemasan yang berlebihan hingga terasa bagian perutnya seperti ada sesuatu yang mengaduk di dalam sana, membuat Amira merasakan sensasi mual saking merindingnya. Fandy lebih sigap mengamati perubahaan ekspresi wajah Amira, ia ikut was-was dan mencondongkan badannya mendekat pada Amira. “Kamu nggak apa apa?” Amira menggeleng lemah, han

신규 회원 꿀혜택 드림
스캔하여 APP 다운로드하기
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    작가
  • chap_list목록
  • like선호작