Greta sudah lebih dulu datang ke apartemen Novan, hatinya benar -benar sedih sekali. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Padahal nanti malam ia harus berangkat ke London. Dad4nya begitu sesak. Greta duduk di sofa ruang tengah lalu melepas blazernya. Ia hanya memakai tank top putih dan rok pendek berbahan katun. Novan sudah berada di jalan menuju apartemennya. Suara Greta di telepon tadi masih terngiang sekali. Siapa yang berani menyakiti Greta? Novan tidak akan tinggal diam. Dia pasti akan membuat perhitungan dnegan orang yang membuat Greta sedih. Siapa pun itu. Termasuk Piere. Langkah Novan begitu tegas dilantai marmer apartemennya. Ia membuka unit kamar dan masuk ke dalam. Aroma parfum Greta menyeruak di seluruh unit kamarnya. Novan tahu, Greta sudah ada di unit kamarnya. Ia bergega

