Bab 29

1088 Words

Setelah Kaisar mempermalukan Selir Min Hua di hadapan banyak orang, wanita licik itu tak tinggal diam. Kini, dia berada di kamar Permaisuri yang kini duduk di kursi berukir naga emas, wajahnya teduh namun matanya menyimpan kecerdikan yang tajam. Bersama Permaisuri, ia berencana membuat Xin Yao terusir dari istana dengan tidak hormat. “Min Hua,” suara Permaisuri tenang, namun sarat perintah, “kau tahu apa yang harus kita lakukan agar kedudukan perempuan bernama Xin Yao itu tidak makin kokoh di hati Kaisar.” Min Hua menunduk, bibirnya melengkung tipis. “Hamba mengerti, Yang Mulia. Xin Yao itu hanya tabib buangan yang kebetulan disukai Kaisar. Ia tidak pantas duduk di sisi Paduka apalagi dipercaya oleh keluarga kerajaan.” Permaisuri mengetukkan jari di lengan kursi, kemudian mendekatkan di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD