Bab 26

1300 Words

“Jadi maksudmu …” Kaisar mencondongkan tubuhnya, suaranya pelan namun menusuk, “Xin Yao berada di sini … karena dia dibunuh di jamannya. Dan … dia akan kembali ke kehidupan lamanya, jika dia terbunuh di sini?” Peramal tua itu mengangguk pelan. “Benar, Yang Mulia. Roh Cermin tidak pernah benar-benar mati. Jika pecah di satu dunia, ia akan terpantul ke dunia lain.” Kaisar Zhen mengepalkan tangan, wajahnya menegang. “Itu berarti … aku bisa kehilangannya sewaktu-waktu …” Mata tua sang peramal menyipit, lalu ia menunduk sedikit, seolah tak berani mengangkat pandangan. “Ampun, Yang Mulia. Ada sesuatu yang mungkin membuat telinga Paduka berat mendengarnya.” “Bicaralah!” suara Kaisar meninggi, menggema di aula yang luas. Peramal itu menghela napas panjang, lalu suaranya bergetar saat ia berka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD