Eps. 38 Bukan Anak Kembar

1354 Words

Grisel yang sejak tadi menunggu di depan klinik sempat melirik jam di pergelangan tangannya. Begitu mobil Ferrin berhenti di depan, matanya refleks membesar. Dokter itu turun dengan penampilan yang sama sekali berbeda dari biasanya. Rambutnya tertata rapi, tidak lagi berantakan seperti saat di ruang praktik, kemeja biru muda yang dikenakannya berpadu dengan celana hitam rapi, membuatnya terlihat elegan sekaligus hangat. Wangi lembut parfum pria menguar begitu dia mendekat, membuat Grisel sempat menahan napas dan jantungnya berdetak tak karuan. “Maaf, aku agak telat. Ada pasien darurat tadi,” ucap Ferrin dengan senyum yang membuat wajahnya makin memesona. “Nggak apa, Dok,” jawab Grisel cepat, mencoba menyembunyikan debar di dadanya. Dalam hati, dia bertanya-tanya kenapa penampilan sederh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD