Eps. 42 Kacau

1406 Words

Dalam ruang megah bernuansa modern itu, Grisel berdiri di dekat meja besar berukir nama yang tak begitu jelas. Di hadapannya berdiri seorang pria paruh baya yang wajahnya terasa begitu akrab, pria yang pernah muncul dalam kilasan ingatannya, menggendong seorang gadis kecil dan menghadiahkan boneka impor yang indah. Kini, sosok itu menatapnya dengan penuh kebanggaan. “Papa? Kenapa datang kemari?” tanya Grisel lirih, suaranya bergetar di antara rindu dan kebingungan. Pria itu tersenyum lembut, menepuk pundaknya. “Papa hanya mampir sebentar saja, Sayang, setelah selesai meeting di perusahaan cabang. Papa lihat kamu sudah sangat mahir mengatur perusahaan ini.” Ia menatap Grisel penuh keyakinan. “Mulai sekarang, Papa akan serahkan sepenuhnya perusahaan ini padamu. Papa percaya kamu bisa mener

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD