Eps. 34 Data Grisel

1407 Words

“Grisel, kita sudah sampai. Ayo turun,” ucap Ferrin lembut, mematikan mesin mobil yang berhenti tepat di depan gerbang Panti Asuhan Cahaya Bunda. Grisel menatap ke luar jendela. Bangunan itu tampak sederhana, dengan halaman kecil dan papan nama berwarna biru yang mulai pudar. Namun entah kenapa, jantungnya berdetak semakin keras. Nafasnya terasa sesak, seolah udara di sekitar tiba-tiba menipis. “Iya, Dok…,” jawabnya pelan, setengah terkejut dari lamunannya. Ia membuka pintu mobil dan menjejakkan kaki ke tanah dengan langkah ragu. Tubuhnya terasa ringan, tapi pikirannya berat, seolah sebagian jiwanya tertinggal di antara masa lalu dan kenyataan. Ferrin menatapnya dari samping. “Kamu nggak apa-apa? Sejak tadi kamu diam saja.” Grisel menoleh cepat. “Aku takut saja, Dok. Takut kalau… kalau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD