Eps. 40 Mimpi Manis

1344 Words

“Aku… aku nggak tahu siapa dia,” lirih Grisel pelan, suaranya nyaris tenggelam di antara detak jantung yang tak beraturan. “Kenapa dia memanggilku sayang?” Tubuh Ferrin seketika menegang. Kata itu “sayang” menggema di benaknya, membuat pikirannya berputar. Ia menatap Grisel dengan sorot mata tak percaya, mencoba memastikan bahwa ia tidak salah dengar. “Sayang?” ulangnya dengan nada pelan, seolah menegaskan apakah benar kalimat itu diucapkan. Ada getar halus di suaranya, antara terkejut dan sesuatu yang lebih dalam, harapan kecil yang tak semestinya muncul. Ia ingin bertanya lebih jauh, siapa lelaki itu, apa yang diingat Grisel, bagaimana bisa kata sederhana itu mengguncang perasaannya sendiri, tapi lidahnya kelu. Sementara itu, Grisel mulai sadar dari keterkejutan emosinya. Ia mengurai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD