Kedua bola mata Kinan mengerjap pelan. rasanya ingin berdiri dari pangkuan Bagas dan pergi menjauh dari Bagas. Bisa di lihat sekarang, warna wajah Kinan seperti apa? Bisa jadi warna rona wajahnay seperti pelangi, mejikuhibiniu. "Pak ... Minum kopi dan makan dulu sandwichnya," ucap Kinan berusaha mencari tema pembicaraan lain. "Jawab dulu pertanyaan saya. Kamu mau aku lamar dalam waktu dekat?" tanya Bagas dengan suara lantang. Kepala Bagas kini bersandar di punggung Kinan. "Pak ... Bapak lagi mabuk ya? Jangan begini Pak. Kinan kan cuma sekertaris Bapak. Lagi pula kalau ada orang yang masuk ruangan ini, bisa -bisa salah paham Pak. Apalagi, di kantor ini banyak kaum hawa yang mengidolakan Bapak," ucap Kinan ragu. "Bodo amat. Saya gak peduli dengan orang lain. Saya hanya peduli dengan pera

