Bagas dengan cueknya menggandeng tangan KInan menuju pintu lift. Kinan tak bisa berkutik, genggaman tangan itu sangat erat. Tidak ada yang bisa Kinan lakukan selain pasrah dan tak bisa berontak. Benar saja, semua mata memandang ke arah Bagas dan Kinan. Sebenarnya bukan melihat keduanya tapi lebih lekat melihat tanagn Bagas yang begitu menggenggam erat tangan Kinan. "Pak ... Semua orang melihat ke arah kita," ucap Kinan saat berdiri di depan pintu lift menunggu hingga pintu lift itu terbuka. Bagas tetap diam tak menjawab dan tak memberikan pernyataan apapun. Bagas tahu, kejadian barusan ini akan membuat gempar seluruh karyawan di kantor. "Pak ... Jawab kek. Bukannya malah diem aja. Kinan gak mau bermasalah sama yang lainnya lho. Jangan bikin Kinan hidupnya tak tenang," ucap Kinan terus

