BAB 19

1362 Words

“Berapa lama nggak ketemu? Terakhir reuni tiga tahun lalu.” “Ehm, tiga tahun lalu.” “Kamu makin tampan. Aku dengar kamu mendirikan start up FnB?” Zayne rnengangguk. “Begitulah.” Ivory memutar gelas koktailnya perlahan, memperhatikan buih bening yang menempel di bibir gelas sebelum akhirnya lenyap. Di seberang meja, Zayne duduk dengan sikap tenang dan berwibawa, sebatang rokok terselip di antara jarinya. Asap tipis mengepul, mengelilingi wajahnya yang tetap tampan dan dingin seperti dulu. Tidak ada yang berubah darinya — cara duduknya, tatapannya yang tenang, bahkan senyumnya yang sulit ditebak. Pesona Zayne memang tak pernah pudar. Dulu, Ivory begitu tergila-gila padanya. Ia masih ingat masa-masa muda yang penuh mimpi, ketika berpikir cinta mereka akan abadi, bahwa tidak ada yang mamp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD