“Cepat! Pintu Darurat! Sekarang!” Zumena menarik Jafran melewati pintu yang lain—pintu penghubung kamar, bukan pintu utama. Dia membuka pintu itu dan mendorong Jafran masuk ke kamar sebelah. “Ambil barang-barangmu, berpakaian! Aku akan mengunci pintu ini dari dalam! Jangan keluar lewat lorong utama!” Zumena memerintah, sambil mengunci pintu penghubung itu dengan kunci cadangan. Dia kemudian berlari ke pintu kamar utama, memastikan kunci itu berfungsi, lalu berlari kembali ke Jafran. “Kita harus keluar dari sini! Sekarang!” Jafran, meskipun kebingungan dan masih marah karena kebohongan Zumena tentang statusnya, merasakan bahaya yang nyata. Dia melihat Zumena tidak memikirkan dirinya sendiri, melainkan deal Abimana dan keselamatannya. Jafran dengan cepat berpakaian. Zumena m

