28.468K
VISITORS
1.614K

ABOUT ME

Wajah para tokoh dan cuplikan bab yang akan datang silakan kepoin Instagram @fitri_soh. Semua ceritaku bisa ditemukan di aplikasi Innovel dan Kbm App

ABOUT ME

Wajah para tokoh dan cuplikan bab yang akan datang silakan kepoin Instagram @fitri_soh. Semua ceritaku bisa ditemukan di aplikasi Innovel dan Kbm App
FOLLOWING
You are not following any writers yet.
More

STORY BY Soh

MENIKAH DENGAN KAKAK SEKARANG JUGA!

MENIKAH DENGAN KAKAK SEKARANG JUGA!

67.906K Reads

"Oh yang benar saja, aku gak mau nikah dengan cara seperti ini. Dan kenapa wajah kakak terlihat santai? Apa kakak merencanakan ini?!" Lana menatapku menuduh. Aku menanggapinya dengan senyum sinis untuk menunjukkan padanya bahwa aku kesal dengan tuduhannya walau tuduhannya benar. "Sengaja bagaimana maksud kamu? Kamu menuduh saya melakukan ini? Oh astaga, kamu senang berburuk sangka dari dulu." Senyum sinis lagi-lagi kusunggingkan untuknya dengan nada kubuat sekesal mungkin. "Aku yakin ini sudah direncanakan!" Dia tak percaya begitu saja. "Kamu asal bicara, Sayang. Dari dulu kamu seperti paranormal, suka menuduh." "Aku tidak mau menikah dengan cara seperti ini. Oh ya Tuhan ini memalukan." Dia menarik napas. Tidak, kataku dalam hati. Ini tidak memalukan, Sayang. Semua orang yang ada di sini tahu bahwa ini sudah direncanakan. Kakak melakukan ini juga karena salahmu, tidak mau diajak menikah secara baik-baik, maka kakak melakukan ini. "Ayo lebih baik arak saja mereka!" ucap Pak Ahmad yang langsung memegangi lenganku. Seorang lelaki juga memegangi tangan Lana. "Lebih baik kita telanjangi mereka sekarang lalu kita arak ke pasar Kam!" Pak Ahmad memberi komando. Mata Lana membulat, ia menggeleng-gelengkan kepala kuat. "Iya, baiklah, aku mau menikah," ucap Lana akhirnya. Ia mengembuskan napas keras dengan wajah terlihat frustrasi. Squel cerbung, Jawaban Cerdasku Saat Suami Ijin Menikah Lagi

Updated at

Read
Dicerai Karena Mandul Dua Bulan Kemudian Bikin Kaget

Dicerai Karena Mandul Dua Bulan Kemudian Bikin Kaget

29.268K Reads

"Apa itu?" "Buat mbak, biar tidak repot." "Apaan?" Aku nenerimanya. Aku mendelik saat melihat isinya. Ia tertawa. "Itu solusi buat di perjalanan, Mbak, jadi mbak gak repot." "Begitukah? Tapi masa aku pakai ini? Kayak anak kecil, dong? Ogah, ah." "Daripada kita di sini sampai malam gara-gara Mbak ke toilet terus, pilih mana?" Iya juga sih kalau dipikir-pikir. Aku akhirnya membawa pemberiannya menuju toilet. Begitu aku kembali menghampiri Arya, ia sudah bersiap naik kereta. Ia langsung menarikku masuk dan kereta pun bergerak meninggalkan stasiun. Aku dan Arya duduk berdekatan, aku sesekali membenarkan posisi duduk, tak nyaman karena sebelumnya tak pernah memakai pempes. Sumpah risih banget. "Ar, aku gak nyaman banget pakai pempes. Kamu, siii." Aku berkata pelan. "Apa, mbak?" Ia menatapku tak percaya. "Mbak beneran pakai pempes di kamar mandi?" Bibirnya mengulas senyum. "Ha ha. Padahal aku hanya menggojloki mbak saja, tapi dipakai beneran. Ha ha." Suara Arya yang keras membuat orang-orang menoleh memperhatikan. Aku mendelik pada orang kepercayaan ayah ini, ia terus saja tertawa, bahunya bergetar-getar oleh tawa dan tangannya membekap mulut. Aku kembali mendelik padanya. Benar-benar menjengkelkan dia. Masa aku harus berkencan dengan orang sepertinya? Sayangnya aku tak punya pilihan.

Updated at

Read
Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah

53.804K Reads

(NON EKLUSIF, cerita ini tayang di tiga aplikasi) Menikah dengan lelaki tak dikenal? Ivy melakukannya. Karena kecerobohannya yang ingin membantu sahabatnya, membuat ia terjebak pernikahan dengan Evan, lelaki dingin yang selalu sinis, membuat hari-hari Ivy tak sama lagi.

Updated at

Read
Jawaban Cerdasku Saat Suami Ijin Menikah Lagi

Jawaban Cerdasku Saat Suami Ijin Menikah Lagi

210.099K Reads

"Baju Abang kenapa belum disiapkan?" tanya suamiku setelah mandi. Mataku menyipit dan aku pura-pura terkejut. "Apa, Bang? Apa aku gak salah dengar barusan?" Bang Rivan terlihat heran saat berkata, "Tidak, apanya yang salah, Dik? Biasanya kan kamu selalu menyiapkan pakaian Abang," jawabnya. "Itu dulu, Bang, sebelum Abang selingkuh dan berzina. Karena Abang akan menikah dengan selingkuhan Abang, jadi mulai sekarang dia yang akan menyiapkan keperluan Abang!" Matanya membulat tak percaya. "Ila, dia kan tidak di sini jadi bagaimana bisa dia menyiapkan keperluan Abang? Cepat siapkan baju Abang dan sarapan, Abang bisa telat, ini!" Aku menggeleng tegas. "Gak sudi, Bang! Bawa aja selingkuhan Abang ke sini. Setelah satu bulan dia tinggal di sini, maka Abang boleh menikahinya!" Lagi-lagi ia menatapku tak percaya. Selama ini aku adalah istri yang penurut. Jadi, wajar saja jika dia kaget. "Kamu jangan mencoba membantah perintah Abang, ya? Kalau kamu begini terus, bisa-bisa Abang ceraikan kamu!" Bentaknya. Matanya sedikit mendelik dan dia membuang napas keras. Aku balas menatapnya galak. "Oh gak masalah, Bang! Cerai dari Abang, aku akan cari yang baru. Ha ha." Aku tertawa, walau perasaanku hancur. Lalu aku melangkah cepat dengan sedikit menabraknya yang membuatnya menganga tak percaya. Apa dikiranya aku perempuan lemah yang mau diinjak-injak, apa? Tak sudi! Lihat saja, Bang, kamu akan menyesal karena telah mengkhianatiku. (Season dua dalam cerbung, Menikah Dengan Kakak Sekarang Juga!

Updated at

Read
Hu Hu Huuu Kebobolan

Hu Hu Huuu Kebobolan

26.081K Reads

Squel cerbung Hot Duda Lebih Menggoda "Ma-aaas! Ma-aaas! Ma-aas! Hu, hu, hu, huuuu." Terdengar tangisan istriku dari arah kamar mandi. Ada apa dengannya? Dengan kepala pusing dan mata berat karena begitu mengantuk kutatap jam dinding, pukul 4 pagi. "Ma-aaaas! Hu, hu, hu, huuuu." Istriku kembali menangis keras, tangisan itu masih bersumber dari kamar mandi. Saat kembali terdengar tangisan istriku dari kamar mandi, aku segera melangkah keluar kamar, langsung berhenti saat mendengar tangisan dari arah kamar si kembar. Aku pun melongok ke kamar si kembar, Hanifa dan Hanif tengah menangis. Mereka memang kompak. Jika Hanif menangis, maka Hanifa akan menangis juga, begitu pun sebaliknya. Aku mendekat lalu menggendong bayi 8 bulanku yang mengulurkan tangan dengan mata berkaca-kaca, Hanif kugendong di pinggang kanan, Hanifa di pinggang kiri. "Ma-aaas!" Suara Nina kembali terdengar. Aku menggelengkan kepala, heran kenapa sepagi ini dia sudah geger teriak-teriak seperti ayam yang berkokok. Biasanya dia, teriak-teriak pukul 7 pagi, saat sedang masak diganggu si kembar. "Ada apa, Sayang?" tanyaku setibanya di depan kamar mandi yang tidak terkunci. Kulihat Nina duduk di pojokan, dia terisak-isak. Wajahnya sedikit pucat, tampak cemas. "Kenapa, Sayang?" tanyaku keheranan sambil melangkah masuk. "Ma-aas, gimana ini, Mas? Gimana i-niiii, Mas?" tanyanya syok. Mataku melebar saat dia mengulurkan benda yang dipegangnya.

Updated at

Read
Istri Haram

Istri Haram

14.507K Reads

“Jadi kamu udah gak perawan? Kamu membohongiku?” tanya Mas Candra setelah mengamati seprei putih tempat barusan kami melakukan hubungan suami istri. Keningnya berkerut dengan pandangan menyelidik. Jantungku berdetak kencang. Yang kutakutkan terjadi juga.

Updated at

Read
Langit Bisakah Kirimkan Aku Duda?

Langit Bisakah Kirimkan Aku Duda?

3.83K Reads

"Aku ingin kita berteman. Juga, aku ingin kamu datang di ijab kabulku besok pagi. Yeni pasti sangat senang jika kamu datang. Kamu adalah sahabatnya." Benar-benar lelaki tidak punya perasaan. Pantas saja tiga bulan terakhir ini sikapnya berubah. Ternyata, ia selingkuh.  Haykal menggenggam tanganku. "Maafkan aku, tapi semua ini salahmu." Aku langsung menyentak tangannya kuat. "Tenang aja, aku tentu maafin kamu. Sebenarnya, aku juga sudah bosan padamu yang terus mengajakku melakukan itu padahal kita belum nikah!" Aku menyentak napas keras meluapkan kekesalan, berdiri lalu berlari masuk rumah meninggalkannya yang masih duduk terpaku di teras. Aku sangat sakit hati. Sakit sekali. Aku menjatuhkan tubuh di ranjang lalu membenamkan wajah ke bantal dengan mata memanas dan pada akhirnya aku terisak-isak tanpa suara. "Tega sekali kamu, Kal!" ratapku sambil memukul bantal kuat-kuat. Pertahanaku untuk tetap tegar roboh seketika.   Dia akan menikah. Dengan sahabatku. Teganya. Sakitnyaa. Aku beranjak bangun, melebarkan mata dan tersenyum licik saat sebuah ide melintas di benakku. Sakit hati harus dibayar sakit hati. Enak saja setelah lima tahun pacaran, sering minta uangku, ia mau melenggang begitu saja. Dan lagi, ia masih memiliki utang 25 juta padaku. Lihat saja besok, Kal, selain merasakan malu yang sangat, kamu juga akan merasakan seperti yang kurasakan saat ini. Lihat saja besok. Aku pun tersenyum sendiri.  Besoknya, aku datang ke ijab kabulnya mengenakan gaun pengantin yang membuatku terlihat cantik, membawa tespek milik sahabatku. Lihatlah. Aku tidak serapuh juga sebodoh yang kamu bayangkan, Kal. Aku datang bukan untuk menikah denganmu, tapi akan membuatmu tercengang.

Updated at

Read
Medit

Medit

6.071K Reads

(NON EKLUSIF, cerita ini tayang di tiga aplikasi) Aku sangat membenci suamiku. Pernikahan kami, semata-mata untuk nutupin aibku karena 'kecelakaan. Mas Pram, dia bukan tipeku. Selain itu, dia suka memaksa dan sangat pelit.

Updated at

Read
Suamiku Sangat Marah Saat Tahu Aku Masih Perawan

Suamiku Sangat Marah Saat Tahu Aku Masih Perawan

70.42K Reads

(NON EKLUSIF, cerita ini tayang di tiga aplikasi) "Kenapa kau keluar darah?" Om Redi menatapku curiga. Tatapannya tertuju pada sprei tempat barusan kami memadu kasih. Jantungku berdetak kencang dan aku tiba-tiba menjadi sangat tegang. Bagaimana cara aku menjelaskannya? Ia pasti akan marah saat tahu aku ternyata masih perawan.

Updated at

Read
SUAMI HAMIL AKU PUN MINTA CERAI!!

SUAMI HAMIL AKU PUN MINTA CERAI!!

1.608K Reads

Pagi-pagi, suamiku sesenggukan di kamar mandi. Saat kutanya alasannya menangis, suamiku langsung mengulurkan tespek yang ternyata harus dua. Alangkah sakitnya hatiku dikhianati. Karena tidak terima, aku pun minta cerai.

Updated at

Read

Navigate with selected cookies

Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.