Setiap kata adalah nafas, setiap cerita adalah jejak, setiap kisah juga akan menjadi kenangan yang akan author tuliskan dalam keseharian. Biarkan jejak literasi author akan menjadi rhema jiwa bagi para pembaca setia author.
Dukung terus karya author dan berikan gift pada setiap karya author maka author akan merasakan keindahan semangat kebersamaan kita. Salam satu pena. Salam sejuta kisah. Yuk ikuti dan baca terus karya karya author setiap saat. Thank you so much.
Di Hari pernikahan Zella, menjadi mimpi buruk saat seorang wanita datang dengan kondisi hamil besar menghampiri Zella dengan berlutut. Mata indah Zella tak lagi mampu mempercayai apa yang dia lihat. "Amel, ngapain kamu berlutut di depan aku?""Maafkan aku, Zee. Aku telah hamil anak Ridwan!""Apa! jadi laki-laki yang selama ini kau sembunyikan adalah Ridwan calon suami aku?""Maafkan aku, Zee! Ridwan selalu datang merayu aku, hingga akhirnya kami pun sering bersama dan alhasil ini anak dia, Zee!""Tak aku sangka, wanita yang aku anggap sahabat sendiri, bisa hamil dengan calon suami aku! kau sungguh luar biasa, Amel.""Karena kami saling mencintai. Kau hanya gadis cupu dan kuper, Zee! Hari ini papa aku udah serahkan seluruh warisan kakek aku. Kini saatnya aku ceraikan kamu!" lantang Ridwan di depan semua tamu undangan. "Dasar bajingan! Kau permainkan putriku!""Mama, Mamaaa! bangun, Ma! Bangun!""Maaf nona, mama Anda sudah meninggal!" jawab Dokter keluarga kami. Dokter Santoso. "Apa!" Tubuh Zella lemas dan pingsan. Para tamu undangan akhirnya pulang satu per satu. Saat itulah sebuah tangan menggendong ku meninggalkan Ballroom indah pengantin yang mewah. Tragisnya, semua harta warisan Zella secara ajaib telah menjadi milik Amel dan Ridwan. Sungguh konspirasi tingkat tinggi. "Baby, wake up. Uncle come back!" Pelukan itu hangat dan desah nafasnya selalu menggodaku untuk memeluknya terus dan mendapatkan lebih dari itu.