Kalau bukan karena Anna sesabar itu, mana mungkin betah jadi asisten Biru yang bermulut petasan. Biru Abraham, fotografer ganteng yang juga pemilik studio foto dan rumah mode Seven Star. Jatuh cinta dalam diam. Annasera yang lugu, justru salah menjatuhkan hati ke bosnya yang biasa bermain tanpa melibatkan perasaan. Biru digandrungi para model cantik. Bukan hanya karena tampan, tapi juga cucu konglomerat. Anna yang paling tahu, segila apa bosnya kalau sedang bersama mainnya. Karena dia yang biasa pontang panting mengurus pria itu saat mabuk di klub atau pesta. Sampai ketika Anna celaka, hampir diperkosa mantan pacarnya yang telah menguras tabungannya. Biru datang menyelamatkan dia yang dalam kondisi dicekoki minuman dan obat. Namun, justru itu jadi awal petaka bagi Anna. Dia selamat dari mantan brengseknya, tapi berakhir di ranjang bosnya. Sejak itu semua tak lagi sama. Biru memang berubah hangat, tapi Anna juga harus menelan sakit melihat pria itu diantara gemerlap dunianya. Diam terluka. Tanpa menyalahkan, apalagi menuntut tanggung jawab saat tahu dirinya hamil. Anna tahu diri. Bukan hanya tak pantas, tapi kehamilannya bisa jadi skandal yang akan mencoreng karir bosnya dan nama baik keluarga Lin. Puncaknya ketika Anna memergoki apa yang seharusnya tidak dia lihat. Dia pilih pergi. Menghilang tanpa jejak. Meninggalkan Biru yang baru menyadari, Anna pergi membawa calon anak mereka di rahimnya. Anna kira kepergiannya bakal menyelesaikan masalah. Ternyata justru jadi awal kehancuran Biru. Hidupnya berantakan. Orang tuanya murka. Dia terhukum oleh sesal, juga rasa yang terlambat Biru sadari. Bagaimana perjuangannya mendapatkan maaf dari Anna, yang kukuh tidak mau dinikahi setelah Biru menemukan keberadaannya? Bukan tidak cinta, tapi Anna tidak ingin semakin terluka. Bagaimana juga gilanya Biru, ketika nyaris kehilangan Anna dan bayinya karena ulah musuh bebuyutannya? “Maaf … sudah jadi bagian terburuk hidupmu, Na. Maaf, jika mencintaimu membuatku menyakitimu. Dan maaf, untuk banyak hal yang kurang aku usahakan!”
Sejak kecil, Ririn percaya pada Aldo, pria yang pernah menyelamatkan nyawanya, dan menjadi alasan ia bertahan pada sikap dingin yang tidak pernah berubah. Aldo menikah karena terpaksa.Karena desakan orang tua. Karena hidup yang tidak pernah ia kendalikan sendiri. Saat usahanya goyah, Aldo membuat pilihan paling kejam: menyerahkan istrinya pada seorang pria yang sejak lama menyimpan obsesi dan dendam karena penolakan-Gerald. Pria berkuasa yang tidak pernah melupakan Ririn. Pria yang membeli apa yang gagal ia miliki di masa lalu. Malam pengantin itu menjadi awal kehancuran. Ririn berpikir, setelah malam itu hubungan mereka akan membaik…akan lebih hangat, lebih dekat, seperti yang selalu ia harapkan.Namun yang terjadi justru sebaliknya. Aldo semakin menjauh.Semakin dingin.Tidak pernah menyentuhnya lagi, menatapnya seolah Ririn adalah aib yang ingin ia singkirkan.Ririn tidak pernah tahu siapa pria yang masuk ke kamarnya malam itu. Sementara Gerald tidak pernah berhenti. Karena satu malam tidak pernah cukup baginya.Saat Aldo jatuh untuk kedua kalinya, Ririn kembali dijadikan harga.Dan kali ini, kebenaran datang bersama penyesalan yang terlambat.Ketika Aldo ingin memperbaiki segalanya,hati Ririn telah membeku...terlalu hancur untuk diselamatkan.Dijual Suami, Dijerat Tuan Obsesi.Tragedi tentang cinta yang dipaksakan, pengkhianatan seorang sahabat, obsesi yang tidak pernah padam dan penyesalan yang datang ketika semuanya sudah terlambat.
“Di rumah megah ini, aku lebih transparan daripada udara, dan lebih dingin daripada lantai marmer yang kau pijak.” * Bagi dunia, menjadi istri Shankara Jevas Mavendra adalah dongeng yang sempurna. Harta tak berseri, wajah rupawan, dan martabat keluarga terpandang. Namun, bagi Arunaya Lintar Kinandayu, pernikahan ini adalah peti mati berlapis emas.Tiga tahun menikah, Aru tidak pernah merasakan hangatnya tangan suaminya. * Ironisnya, ia harus menyaksikan tangan dingin itu berubah menjadi pelindung paling lembut saat bersama wanita lain, istri dari mendiang adik Jevas. Jevas memberikan tawa, waktu, dan jiwanya untuk "keluarga" itu, menyisakan punggung yang kaku dan tatapan asing untuk istrinya sendiri.Arunaya bertahan dalam diam, menelan nanah rasa sakit setiap hari, berharap suatu saat Jevas akan menoleh. * Sampai akhirnya, takdir menamparnya dengan vonis mematikan: Kanker hati stadium dua.Tidak ada air mata histeris. Tidak ada permohonan untuk diselamatkan. Aru justru tersenyum. Karena baginya, kematian bukanlah akhir yang menakutkan, melainkan tiket kebebasan dari neraka kesepian ini. Sebelum ia pergi selamanya, Aru memutuskan untuk berhenti menjadi istri yang sabar. * Dia mengajukan perceraian dengan tiga syarat gila. Jevas menyetujuinya, mengira itu hanya permainan wanita yang haus perhatian.Pria itu tidak tahu, bahwa dia sedang menandatangani kontrak penyesalan seumur hidup.
"Benar, kamu masih perawan? Karena saya paling tidak suka ditipu!" cetus Delvin dengan bengis. "Untuk apa aku bohong!? Mas bisa... membuktikannya sendiri 'kan?" Bagi Gianna (25tahun), menjadi seorang istri pengganti di atas ranjang tidaklah pernah terlintas di dalam benaknya sama sekali. Tapi karena ia baru saja dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja dan masih memiliki banyak tumpukan hutang bekas biaya perawatan mendiang ayahnya semasa sakit, mau tidak mau Gianna pun harus menjalaninya. Menyembunyikan status pernikahan dan menjadi pelampiasan bagi seorang Delvin Yuda Bhaswara. Atasan sekaligus suami yang telah memiliki istri sah yang tengah sakit keras. Ketika status Gianna ketahuan, istri sah Delvin pun shock, hingga Delvin harus kehilangan orang yang paling ia kasihi dan menyalahkan Gianna atas segala hal yang terjadi. Gianna pun pergi sejauh mungkin, ketika ia hampir saja meregang nyawa di tangan Delvin sendiri. Tanpa Delvin tahu, bila saat itu juga ada benihnya di dalam rahim wanita, yang mendadak jadi orang yang paling ia benci. Lantas, bagaimana saat takdir mempertemukan mereka kembali?
Saki tidak tau jika kepulangannya ke kampung tempat dirinya dibesarkan dengan niat menghadiri pernikahan sepupunya justru menjadi hal paling gila dalam hidupnya. Dia bukannya menjadi tamu undangan namun justru dipaksa menjadi mempelai pengganti karena sepupunya itu menghilang. Hutang itu harus dia bayar. Itulah yang diminta oleh Budenya. Hutang karena sejak kecil dia telah tinggal menumpang di rumah Budenya, dibesarkan juga disekolahkan dengan layak. Budenya selalu menganggap itu adalah hutang yang harus Saki bayar suatu hari nanti, dan hari itu telah datang. Sang Bude memaksa dia menggantikan sementara sepupunya -Putri- dan Sang Bude meminta Saki untuk melepaskan pernikahan itu setelah Putri kembali. Dia tidak mengambil pusing. Dia akan menjalani seperti apa yang diinginkan oleh Budenya. Laki-laki yang menjadi suaminya itu hanyalah titipan. Titipan sampai pemilik aslinya kembali. Dan jika pria itu langsung menceraikannya tidak lama setelah akad terucap, maka itu akan lebih mudah bagi Saki. Tapi nyatanya, semua tidak semudah yang Saki pikirkan, dia pikir pria itu akan segera menceraikannya dan dia bisa menjalani kehidupannya seperti biasa. Nyatanya, pria itu seolah enggan melepaskannya. Membuat Saki bertanya-tanya, apa tujuan pria itu mempertahankan pernikahan mereka yang konyol ini?
Degaira Arini, yang akrab dipanggil Dede, telah bersahabat dengan Arsya Mahendra hampir sepanjang hidupnya. Sejak taman kanak-kanak, mereka tumbuh bersama, dikelilingi oleh orang tua yang juga menjalin hubungan erat. Arsya selalu menjadi sosok yang melindungi, tempat Dede berbagi cerita, menumpahkan keluh kesah, dan menemukan rasa aman.Arsya dan Dede selalu sekolah di tempat yang sama. Sayangnya, kebersamaan itu justru membawa persoalan yang tak pernah Dede rencanakan.Tanpa disadari siapa pun, Dede jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Perasaan itu ia simpan rapat-rapat, memilih diam demi menjaga persahabatan. Sementara Arsya, yang tak pernah menyadari apa pun, terus berganti pasangan hampir setiap tahun dan selalu menjadikan Dede pendengar setia kisah cintanya, bahkan mengenalkannya pada para pacar tersebut.Banyak yang mengatakan, persahabatan antara laki-laki dan perempuan tak akan pernah benar-benar bertahan tanpa perasaan yang terselip. Kali ini, perkataan itu terbukti namun hanya sepihak.Suatu hari, tanpa sengaja, Dede mendengar percakapan Arsya dan gengnya di belakang kantin sekolah. "Eh tapi sudah kau jelaskan sama si Sandra, kan, kalau si Dede itu cuma kawan? Jangan pula kau nanti ribut lagi macam sama si Esti dulu." "Sudah lah. Lagian Dede itu bukan siapa-siapa. Cuma kawan dari kecil aja. Mana mungkin juga aku pacaran sama dia, bukan tipeku. Tomboy kali." "Bah,kalau kau pacaran sama Dede, bisa kau dipiting nanti, sabuk hitam, lho, dia." Tawa mereka menggema, sementara di balik tembok kantin, Dede hanya mampu menggigit bibirnya. Dadanya sesak. Tanti segera menarik tangannya, mengajaknya kembali ke kelas tanpa sepatah kata. Arsya Mahendra bukan sembarang siswa. Ia tampan, populer sebagai kapten Basket, berasal dari keluarga berada. Kedua orang tuanya dokter, bahkan rumah sakit tempat papanya menjabat sebagai direktur merupakan milik keluarga besar mereka. Tak heran jika namanya selalu menjadi incaran gadis-gadis.Namun, hingga kapan Dede sanggup bertahan sebagai sekadar sahabat untuk seorang Arsya Mahendra si playboy tampan dari keluarga Pratomo itu?Dan ketika perasaan yang ia sembunyikan mulai melukai dirinya sendiri, akankah persahabatan itu tetap utuh, atau justru runtuh selamanya?
Nayla tidak pernah bermimpi hidupnya akan sehancur ini.Kesalahan masa lalu memaksanya berhenti sekolah, menjadi ibu tunggal di usia muda, dan dibuang oleh keluarganya sendiri.Demi melindungi pria yang ia cintai, Nayla memilih jalan paling kejam, meninggalkan Zayn tepat setelah pria itu mengalami kecelakaan, tanpa pernah menjelaskan alasan sebenarnya.Takdir mempertemukan mereka kembali bertahun-tahun kemudian.Nayla Kirana, seorang cleaning service.Zayn Mahendra, CEO arogan dan berkuasa.Setiap tatapan Zayn menyimpan luka yang belum sembuh.Setiap langkah Nayla menyimpan rahasia yang tidak boleh terbongkar.Karena jika Zayn tahu kebenarannya…ia akan sadar bahwa perempuan yang pernah meninggalkannya itu menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekadar masa lalu.
Kana Minara tak pernah menyangka bahwa mantan tunangannya Mahesa akan menjadi direktur di tempatnya bekerja. Berniat untuk menghindari Mahesa sebisa mungkin, Kana malah dipindahkan dan bekerja di lantai yang sama dimana Mahesa berada. Kini dunianya tak hanya berjuang untuk bisa mengendalikan perasaannya yang sakit karena masa lalunya dengan Mahesa, tetapi juga berjuang untuk bertahan di dalam tim baru di kantor. Sebagai perempuan biasa yang tengah berjuang untuk bertahan hidup, kali ini Kana pun tengah diuji nyalinya untuk bertahan dengan perasaannya. Selalu bersama Jiyo membuatnya naksir pada sang atasan, tetapi disaat yang sama Jiyo tampaknya lebih tertarik pada Hera rekan kerjanya yang juga tergila-gila pada Jiyo. Belum lagi harus menghadapi Mahesa yang selalu berusaha mendekatinya karena rasa yang masih menggantung. Tak hanya itu, Kana pun harus berjuang beradaptasi dengan dunia baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Menjadi gadis baik sekaligus menjadi sedikit liar untuk menggoda pria agar tertarik padanya. Hanya karena Kana merasa kesepian dan juga ingin dicintai. Akan kah Kana menemukan cinta sejatinya didunia yang selalu di idamkan banyak wanita lajang diluar sana? Berada di lingkungan lelaki kaya raya yang sukses dan mendapatkan salah satu dari mereka. Akankah Kana bahagia? Disaat yang sama ia hanya ingin mencintai dan dicintai dengan cara yang sederhana.
Kekasih berkhianat. Sahabat menusuk dari belakang. Adik meninggal di malam yang sama. Sejak tragedi beruntun itu, Arial sulit untuk percaya pada cinta, rumah, atau dirinya sendiri. Ia memilih pergi ke tempat yang jauh, berharap jarak bisa mengubur rasa bersalah yang perlahan membunuhnya. Namun kenangan tentang Yupi tak pernah benar-benar pergi. Terlebih ketika Amanda datang membawa hadiah terakhir dari almarhum adiknya itu… dan perhatian-perhatian kecil mantan pacar sang adik membuat hati Arial yang beku mulai menghangat lagi. Sayangnya, luka seperti miliknya tak pernah selesai hanya dengan melarikan diri. Dan cinta… sering datang justru dari arah yang paling menyakitkan.
"Mas Hans. Ini Yasmin udah bikinin sarapannya. Makan dulu ya mas sebelum berangkat kerja." "Sudah berapa kali saya bilang sama kamu, Yasmin?! Tidak perlu sok menjadi istri yang sempurna di depan saya! Kamu itu hanya parasit! Saya tahu hati kamu seburuk wajah yang kamu simpan di balik cadarmu itu!" Yasmin hanya bisa menggigit bibirnya ketika berulang kali suaminya menolaknya mentah-mentah. Jangankan menerima sarapan pagi yang ia berikan, menerimanya mejadi istri sah saja seperti beban besar yang harus pria itu lakukan. "Mas, mas bahkan belum pernah lihat wajah Yasmin. Tapi kenapa seolah-olah mas udah tahu?!" "Nggak perlu! Saya sudah tahu bagaimana kebusukan kamu di luar sana. Dasar perempuan penggoda! Pantas wajahmu dirusak oleh Tuhan. Wajahmu senada dengan isi hatimu." "Ya Allah, Mas. Itu fitnah. Yasmin nggak pernah melakukan apapun yang mas tuduhkan. Yasmin--" "Cukup! Saya lebih percaya dengan apa yang saya dengar dari telinga saya sendiri. Enyah dari hadapanku, Yasmin. Jangan lagi muncul walau kita satu atap!" *** "Nduk, Yang sabar. Ingat pesan almarhum abah sama Umimu. Kamu ndak boleh nyerah gitu aja sama suamimu. Amit-amit jangan sampai kamu cerai. Haram bagi keluaga kita, Nduk. Ingat, surganya istri itu ada pada suami. Bagaimanapun perangai suamimu, ambillah pahala dari sana, Nduk." "Tapi Yasmin ndak kuat, Bude. Mas Hans nggak pernah memandang Yasmin sebagai istri. Bahkan dia jijik sama Yasmin bude." "Bersabarlah nduk. Bude yakin, nantinya nak Hans akan luluh. Dia belum sadar saja istri di hadapannya itu seorang bidadari surga." ** Hans begitu muak dengan pernikahannya. Perjodohannya itu membuatnya harus terpisah dengan orang yang sangat dia cintai. Sebab mendapat informasi yang dia cari, Hans semakin membenci istrinya. Bagaimanakah kisah cinta Yasmin yang sekuat tenaganya mempertahankan suami yang bahkan tidak pernah melihatnya? Akankah dia menyerah pada Hans yang tidak pernah luluh terhadapnya? Fitnah yang ditujukan padanya bahkan membuat dirinya tidak bisa membela diri.