"Ahhh ... Lagi! Jangan berhenti, Om!" Suara Seraphina Azkadina Dirgantara pecah di antara napas yang memburu, tenggelam dalam d******i pria yang seharusnya ia panggil 'Paman'. Di bawah kungkungan tubuh kekar itu, tidak ada lagi ruang untuk harga diri—hanya ada gairah yang menuntut untuk dituntaskan. "Kamu yang meminta ini, Sera. Aku tidak akan berhenti ... ssshhh ... rasakan ini ... hhh ... rasakan bagaimana aku menghancurkanmu ... hmmm ... ssshhh ...." Alaric mengerang, sebuah suara yang sangat dalam dan parau, keluar dari tenggorokan yang kering karena dahaga gairah. Alaric tidak mengenal kata "tidak". Sebagai penguasa bisnis yang dingin, ia terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Ketika ia menginginkan Sera, ia tidak peduli pada batasan umur, norma sosial, atau pengkhianatan terhadap persahabatan dua puluh tahun dengan ayah Sera. Ia menjebak gadis itu dalam hubungan gelap yang panas, liar, dan penuh risiko di setiap sudut ruang yang mereka temui. Namun, Sera bukan lagi gadis kecil yang lugu. Di balik rintihan pasrahnya, ia diam-diam belajar cara menjinakkan sang predator. Dengan rencana rahasia untuk hamil, Sera membalikkan keadaan. Ia mengubah rantai nafsu menjadi jerat abadi. Kini, sang CEO yang tak tersentuh itu benar-benar berlutut di kakinya, memohon ampunan sekaligus haus akan sentuhannya yang memabukkan. Sebuah kisah tentang obsesi yang melampaui logika, pengkhianatan yang berdarah, dan pengabdian abadi yang lahir dari dosa yang paling manis.
WARNING! 21+ (MENGANDUNG KONTEN DEWASA) “Oh Ziva....” Elric menatap Ziva dengan sorot mata tajam. “Kenapa kamu tidak se-candu ini saat kita masih menikah?” tanyanya sambil mendorong tubuh mantan istrinya hingga punggung Ziva membentur dinding kamar. Jarak wajah mereka begitu dekat, membuat keduanya bisa merasakan embusan napas satu sama lain. Ziva berusaha menghindar, namun Elric telah mengunci geraknya. “Apa kamu lupa? Pernikahan kita hanyalah kontrak. Saat itu ada batasan.” Elric mendekat lebih jauh, tangannya mulai meraba dress yang Ziva kenakan. “Dan sekarang? Apakah batasan itu sudah hilang? Siapa yang harus disalahkan, ketika gairah ini justru muncul setelah kita bercerai?” Ziva terdiam, napasnya tercekat. Ia hanya pasrah saat Elric mengangkat dress-nya lalu menanggalkannya. Saat dress itu perlahan jatuh ke lantai, Ziva hanya bisa memejamkan matanya. “Ahhh—” *** Ini tentang Ziva dan Elric. Lima tahun setelah bercerai, mereka dipertemukan lagi di sebuah pesta. Di sana, seorang pria yang merupakan musuh Elric ... memberi pengumuman kalau Ziva adalah calon istrinya. Ini gila. Elric tak terima! Bagaimana mungkin mantan istrinya kini menjadi calon istri dari musuhnya? Hal yang paling gila dari pertemuan mereka setelah bercerai adalah ... ada gairah yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Gairah yang memaksa Elric menyeret mantan istrinya itu ke ranjangnya. Oh tidak, ini bahaya!
Vania Arshan gadis berusia 20 tahun yang begitu beruntung memiliki teman yang begitu baik padanya. Disaat Vania susah. Jelita membawa Vania untuk tinggal di rumah gadis itu bersama dengan Papa gadis itu. Dan awalnya Vania hanya sementara tinggal di rumah tersebut namun … Jevan Garvino—ayah Jelita, yang berusia 45 tahun menyuruh Vania untuk menetap tinggal di rumah besar itu. Dan Vania tidak bisa menolak hal tersebut sampai Jevan menganggapnya anak. Vania tidak pernah menduga juga. Kalau hasrat liarnya akan muncul setiap kali Jevan berada di dekatnya dan selalu memperhatikan Jevan diam-diam dan ingin dimiliki, disentuh, dan dimasuki oleh lelaki itu. Sehingga Vania mulai mencoba menggoda ayah temannya itu, dengan memakai pakaian seksi dan juga melembutkan suaranya dengan mendayu seakan dia ingin disentuh dalam detik ini juga oleh Jevan. Jevan yang sadar kalau Vania mencoba menggoda dirinya ia menyeringai. Dan mengikuti permainan gadis kecil itu. Dan sampai kapan Vania akan terus mencoba menggodanya. *** “Papa, kau ingin makan?” “Ya, kau bisa siapkan hidangannya.” “Ahh… bagaimana kalau aku yang dihidangkan. Daddy bisa memakanku sepuasmu,”
“Ah! Pelan, Kak.” gumam Diandra di saat tengah melakukan pergumalan panas di sebuah kamar mewah. “Kamu masih virgin, Diandra?” tanya Victor dengan mata yang terbelalak lebar. Untuk menarik keluar kembali apa yang baru saja ia tanam di dalam diri Diandra tentu percuma. Miliknya sudah masuk setengah, dan ia kini terpaku sembari menatap wajah Diandra yang tak sepenuhnya sadar karena ia mabuk berat. “Apa yang kamu tunggu? Menarik keluar juga percuma... sudah terkoyak. Lanjutkan saja, Kak." gumam Diandra di saat ia melihat wajah Victor yang tampak bimbang. Victor yang tak bisa lagi menahan gelora yang menggebu akhirnya kembali menggauli Diandra. “K–kak," panggil Diandra dengan suara parau, ia sampai memeluk pria yang tengah menghabiskan waktu bersamanya. “Kamu sangat menawan, Diandra. Aku pasti ingin lagi, dan lagi.” balas Victor. *** Malam itu, Diandra tak menyangka akan melakukan hal jauh yang mengubah hidupnya kelak. Ia mengambil keputusan gila setelah adik kandungnya sendiri memohon pada orang tua mereka agar dijodohkan dengan Devan, kekasih Diandra! Dengan alasan kasihan pada sang adik yang sedari dulu memiliki tubuh lemah dan penyakitan, akhirnya kedua orangtua Diandra menyetujuinya. Entah berapa kali dia selalu dituntut jadi sempurna dan selalu mengalah. Yang semakin gila, Devan sendiri rupanya sudah jatuh cinta juga pada gadis manja hingga akhirnya setuju menikah. Pria itu menorehkan luka yang dalam pada Diandra, dan akhirnya Diandra nekat menghabiskan malam bersama Victor — sahabat dari kakaknya. Pria yang dikenal miskin dan pengangguran dan jadi cemoohan keluarga Diandra. Lantas, bagaimanakah bila Diandra tahu, sebenarnya Viktor bukan orang biasa? Victor hanya orang kaya yang bosan dengan hidupnya yang bergelimang harta, sehingga ia memilih hidup seperti orang biasa!
“Kamu tuh nggak pernah ada puasnya. Benar-benar menjijikkan. Apa di kepalamu itu cuma ada keinginan gila seperti itu? Dasar gatel!”Kalimat makian itu selalu diucapkan suami Indira Cantika, setiap kali ia meminta bantuan untuk meredakan penyakitnya yang seperti aib itu. Namun akhirnya ia memutuskan menemui dokter Lucas. “Dok, please … sentuh aku lebih dalam.” Sentuhan profesional itu akhirnya berubah menjadi sentuhan penuh gairah yang terlarang. Akankah pernikahannya kembali sempurna, atau justru keduanya terjebak semakin jauh dalam hubungan terlarang.
"Jadi p.e.l.a.c.u.r.k.u dan aku beri apa yang kamu mau!" "Kamu gila, Mas! Aku nggak percaya pernah cinta sama kamu!" "Tidak ada pilihan, Arini! Memohon dan mendesahlah atau orang tuamu akan mati!" * Tiga hari berlalu sejak kejadian itu, Arini bekerja seperti umumnya. Hingga akhirnya fokusnya teralih pada ponselnya yang berdering. Bude Darmi, orang yang biasa menghubungi melakukan panggilan video. ["Lihat kondisi ayah kamu, Rin! Kondisinya benar-benar kritis."] Terlihat bagaimana lemahnya kondisi ayah Arini pada layar itu. Napas Arini terengah-engah, dadanya sesak. Setelah panggilan itu berakhir, ia kalut dengan pikirannya sendiri. Arini berlari ke ruang kerja Arka. Ia mengetuknya sopan dan langsung masuk saat mendapatkan sahutan. "Tu–an ... saya butuh uang itu sekarang." ***
Diputus pas lagi sayang-sayangnya. Dikalahkan oleh sahabat kekasih sendiri itu rasanya sakit sekali. Namun, saat orang mengatakan bahwa cinta pertama sulit dilupakan—aku membenarkan. Aku adalah bukti nyata orang yang susah melupakan cinta pertama. Bahkan, setelah dia mencampakkanku demi sahabatnya, dan setelah bertahun-tahun kami tidak bertemu. Namun, saat hari itu datang—pertemuan kami, hatiku masih bergetar untuknya. Tetapi, bukankah level tertinggi mencintai adalah ketika kita bisa mengikhlaskannya berbahagia dengan orang lain? Dan inilah yang aku lalukan. Tersenyum lebar di pertemuan pertama kami setelah 9 tahun berpisah. Lalu, apa yang harus aku lakukan ketika semesta justru mendekatkanku kembali dengannya? Saat satu per satu rahasia di masa lalu terkuak. Kebenaran dibalik pernikahan pria itu. Cinta pertamaku. **** Yuk dukung cerita ini, dan ikuti kisah cinta tak berbatas Sean dan Elang. Jangan lupa tap love. Terima kasih semuanya.
"Mereka bilang aku b.a.j.ingan yang tidak pernah merasa puas. Kita lihat apakah kali ini kau bisa melakukannya?" . "Pelan-pelan, Tuan Rutherford. Aku perawan," kata Jenna Ravenel dengan napas tercekat dan wajah mengerut kesakitan. Sementara Dalton Rutherford menyeringai keji di atasnya. . "Aku meragukan kau perawan." . "Kau bisa membuktikannya," isak Jenna, lalu menggigit bibir. . "Percuma kau bisa membuktikannya kalau kau tidak bisa bertahan sepanjang semalam." . Mata gadis itu melebar dan dipenuhi kebencian. . "Hancurkan aku! Dan akan kubuktikan aku bisa bertahan dan menaklukkanmu!"
Diselingkuhi kekasih, dicintai secara ugal-ugalan oleh paman kekasinya. Ya, itulah yang Zena hadapi saat ini.Karena pengaruh obat, Justin dan Zena menghabiskan malam berdua. Akan tetapi, itu awal mula kesialan Zena. Ya, wanita yang baru dikhianati kekasih dan sahabatnya itu kena jebakan Justin, pria yang sangat Zena kenal baik sebagai paman dari kekasihnya.Kira-kira, jebakan apa yang pria itu berikan sampai akhirnya Zena mau menerima pinangan Justin?
Vania, gadis cantik berusia di awal 20-an ternyata diam-diam memiliki ketertarikan pada pria yang lebih dewasa darinya. Ketika melihat sosok Heru Mahendra, Vania mulai merasakan sesuatu yang berbeda pada pria itu. Pertemuan mereka dimulai dari Heru yang tidak sengaja menabrak Vania yang tengah kebingungan mencari pekerjaan. Dengan baik hati pria itu menawarkan pekerjaan pada Vania dengan menjadikannya sebagai sekretaris di perusahaannya. Sejak saat itu hubungan mereka menjadi dekat. Lambat laun, cinta mulai tumbuh di hati keduanya. Dan akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan diam-diam karena status Heru yang telah memiliki seorang istri. Walaupun begitu, Vania tidak menyerah dengan cintanya dan semakin ingin menjerat pria itu. Sampai kemudian, Heru memilih pensiun dini dari jabatannya dan perusahaannya diambil alih oleh putranya, Januar. Dari keputusan itu ternyata membuat Januar dan Vania menjadi dekat. Hingga keduanya memutuskan untuk menikah secara kontrak karena desakan orang tua Januar.