bc

CINTA TERLARANG KOMANDAN SUAMIKU

book_age18+
519
IKUTI
3.7K
BACA
dark
forbidden
love-triangle
one-night stand
family
escape while being pregnant
age gap
fated
forced
friends to lovers
pregnant
arranged marriage
curse
mafia
gangster
heir/heiress
blue collar
drama
sweet
bxg
lighthearted
serious
office/work place
small town
childhood crush
war
love at the first sight
affair
friends with benefits
polygamy
addiction
assistant
actor
like
intro-logo
Uraian

#Eroticklovestoryalague #Dewasa

*

Blurb....

*

Suamiku adalah seorang anggota tentara berpangkat Pratu. Dia menikahiku karena terpaksa. Akibat perjodohan dari nenek kami yang sudah berjanji untuk mengabadikan persahabatan dengan menjadikan pernikahan sebagai jembatan.

*

Aku yang tinggal di pedesaan selama ini tidak pernah di ajarkan untuk menolak perintah orang tua. Terlebih aku hanya lulusan SMA dan dari keluarga yang kurang mampu.

*

Pernikahan yang aku bayangkan indah, ternyata hambar, karena Mas Reza tidak mencintaiku, aku pikir hanya karena memang kami baru saling mengenal. Aku berjuang dengan keras untuk menarik perhatiannya.

*

Sampai dua tahun usia pernikahan kami, rahasia sedikit demi sedikit terkuak. Mulai aku mengetahui alasan kenapa Mas Reza tidak tidur denganku, sampai akhirnya Mas Reza mengikrarkan talak untukku yang membuat duniaku hancur saat itu.

*

Tapi, kehancuran itu tak berlangsung lama, karena seminggu setelah aku di talak Mas Reza, aku dipertemkan secara tidak sengaja oleh komandan suamiku. Pertemuan yang aku tidak bisa menghindar, dan dari pertemuan itu tumbuh cinta di antara kami.

*

Ya, Sebuah cinta terlarang di antara kami tumbuh tak terbendung, membuatku ketakutan sekaligus ketagihan. Pesona komandan mas Reza benar-benar mampu membuatku seperti terhipnotis.

*

Sentuhan cinta dan kehangatan yang tak pernah aku dapatkan dari Mas Reza membuatku rela menyerahkan segalanya pada komandan suamiku. Termasuk diriku di atas ranjang.

*

Hubungan terlarang ini justru melebihi hubungan suami-istri yang sesungguhnya. Bukan hanya nafsu, tapi komandan suamiku mampu memberiku segalanya. Baik itu perhatian, cinta, uang dan juga urusan ranjang. Dan aku benar-benar dibuat mabuk kepayang oleh sosoknya yang memang menjadi idaman semua wanita memandang. Postur nya yang tinggi, wajahnya yang tampan dan pembawaannya yang tenang penuh wibawa benar-benar membuatku terhipnotis.

*

Bagaimana kisah pernikahanku dengan mas Reza yang hambar tanpa cinta, terlebih setelah aku di talak?

*

Apa sebenarnya alasan Mas Reza tidak meniduriku selama pernikahan?

*

Lantas, bagaimana hubunganku dengan komandan suamiku yang semakin intim dan tak terkendali, sedangkan proses perceraian di militer sangat melelahkan dan memakan waktu yang lama?

*

Bagaimana ketika di tengah kisah kami yang sedang mabuk kepayang tiba-tiba aku di hadapkan pada kenyataan bahwa Mas Alvin ternyata telah dijodohkan dengan seorang puteri dari keluarga kaya raya yang merupakan anak tunggal dari seorang jendral?

*

Ikuti kisah selengkapnya jangan lupa masukin ke daftar pustaka, dan tinggalin jejak komen ya?

*

Terimakasih sudah mampir.

*

Weena Young

2026

chap-preview
Pratinjau gratis
Pertemuan Terlarang
Suamiku adalah seorang prajurit dan kami tinggal di asrama. Aku yang bukan pengantin baru merasa aman, karena aku pikir tidak akan ada yang berminat padaku, maklum semua sudah berkeluarga disini. Terlebih, suamiku sendiri sudah menjatuhkan talak padaku, meski kami belum benar-benar bercerai. Siapa sangka. Pria itu adalah pria muda yang merupakan komandan suamiku. Dia baru saja pindah ke asrama dan ternyata diam-diam memperhatikanku. Semua kejadian bermula ketika beliau datang ke rumah mencari suamiku. Aku yang saat itu berfikir bahwa yang tengah mengetuk pintu rumah kami adalah suamiku, dengan santai aku membuka pintu dalam keadaan habis mandi dan hanya mengenakan handuk yang melilit membungkus tubuhku. Kreekk... Pintu terbuka dan aku tersenyum cerah berharap itu suamiku. "Upsh!" Aku terkejut ketika yang berdiri di depanku bukanlah suamiku, melainkan pria tampan yang berdiri mematung menatap handukku yang terlepas karena tidak terlilit sempurna. Bahkan saking terkejutnya aku nyaris terjatuh. "Ehhh! B-Bapak. M-Maaf, Pak. " aku membungkuk dan meraih handuk yang terjatuh di lantai. Aku melihat pria itu menelan ludah menikmati pemandangan indah yang dia nikmati secara gratis. Ya, pemandangan tubuhku tanpa sehelai benang yang membuatnya terpana. "M-maaf, Pak. Saya kira yang datang suami sayaa..." ucapku akhirnya memecahkan ketegangan, terlebih aku melihat komandan suamiku menelan ludahnya sambil menatapku tak berkedip. Aku melirik ke arah lain tanpa sengaja aku melihat ada yang menonjol dibalik celana panjangnya. Wajahnya tampannya memerah seketika, dia tampak menutupi rasa malunya. "Ehm! Anu..." dia menggaruk kepalanya, mencoba menenangkan diri. "Ada apa, Pak? Tumben ke rumah?" Sapaku lagi, dan beliau akhirnya bisa menguasai diri setelah aku melihat beberapa kali beliau menarik nafas, meski benda menonjol dibalik celananya itu masih tetap sama. "Ehh! Ibu. Kirain sudah tahu kalau saya mau ke rumah. Saya ke sini mau jemput ibu karena ini darurat. Apakah ibu sudah menyiapkan barang untuk pak Reza?" Tanya pria itu membuatku menautkan dahi bingung, apa mungkin Mas Reza mau pisah rumah denganku paska pertengkaran terakhir kemarin? Bukannya tadi pagi baik-baik saja, bahkan terlihat melunak? Pikirku dalam hati. "Emang ada apa, Pak?" Tanyaku tegang meski aku sudah berusaha tenang. "Masuk dulu, Pak..." ajakku berfikir mungkin mas Reza benar-benar ingin cerai dariku, dan seketika aku blank dan memikirkan bagaimana reaksi keluargaku di kampung yang sudah pasti murka karena kami memang di haramkan bercerai. “Silahkan, Pak…” ulangku dengan sesekali menghela nafas panjang. "Ada perintah darurat untuk back up di area konflik, Bu." Jawabnya sambil masih tidak tenang, wajar dia harus menenangkan pikirannya dulu agar si dedek tidur lagi, karena aku melihat benda di antara paha nya masih berdiri kokoh. "Konflik?" Dahiku bertaut karena mas Reza gak ada bahas soal itu. Sebenarnya aku sedikit lega mendengarnya. "Iya, Bu. Sprint dari pusat turun dan prajurit sudah langsung ke lokasi. Dan saya harus cek kesiapan makanya saya mau kesana. Dan sekalian bawa barang yang diperlukan dan itu alasan kenapa saya kesini" jawabnya sudah mulai tenang dari nada suaranya tak lagi bergetar. "Maksudnya, suami saya mau ke daerah yang konflik itu, Pak?" Tatapku meyakinkan. "Ya, begitu, Buk." Tegasnya. Dan seketika jantungku berdegub kencang mendengar daerah konflik. Karena baru saja melihat berita di TV ada tiga belas orang anggota Brimob dan dua puluh orang anggota TNI tewas dalam penyergapan itu. "Astagaaa...." Aku yang sedikit panik langsung berbalik arah dan siapa sangka aku kepeleset dan nyaris terjatuh. Untungnya tangan kekar itu segera menangkapku dengan cepat. Sayangnya handukku terlepas. Aku sudah jatuh di pelukannya bak adegan-adegan drama romantis sekaligus memalukan. "Ehh! Maaf, Pak..." ucapku dengan wajah memerah. Dan pria itu juga wajahnya memerah. Dia menelan ludah dan jantungnya berdegub kencang. "Ehmm...i-iya, Bu. Gak papa gak sengaja juga kan?" Ucapnya membuatku menganggukkan kepala dan menunduk. "Pak, bentar ya? Saya liat HP. Bapak pulang saja nanti saya antar langsung ke suami saya. Saya juga ada yang mau di bahas langsung. Penting..." tegasku lagi membuatnya langsung menyahut cepat. "Tidak! Jangan Bu. Biar saya saja sekalian. Toh mereka prajurit saya. Dan kalau ibu mau ikut untuk ketemu suami, gak papa bareng saya saja, sekalian toh?" "Hah?!! Emang boleh, Pak?" Tatapku tak percaya, secara dia adalah seorang komandan yang derajatnya jauh di atas kami. "Tidak masalah, daripada saya sendirian juga, lumayan ada teman ngobrol." Dia tersenyum simpul dan tanpa berfikir panjang aku mengangguk senang, lumayan gak perlu pakai motor sejauh itu. "Ehm baik kalau begitu pak, saya bersiap dulu..." sahutku langsung berlari ke kamar dan mengunci pintu. Aku menyandarkan badanku di pintu. "Astagaaa...bisa-bisanya aku teledor gini. Mana dia komandan mas Reza lagi. Gimana kalau jadi bahan gosip. Seorang istri menyambut komandan dengan telanj4ng untuk menggoda? Ahh! Mana mungkin dia tergoda juga sama aku, dia aja ganteng banget dan pasti banyak cewek lah apalagi tentara, yang jelek aja banyak pacar..." Aku menepuk jidatku berkali-kali, menahan otakku berfikir macam-macam. Sampai sebuah ketukan halus membuyarkan lamunanku. "Bu, sudah selesaikah?" Ucapnya lagi. Aku sontak terkejut. "Saya nungu di sini." Suara lembut itu menggetarkan hatiku, ahh andai saja.... "Ehh! Lagi bersiap, Pak. Bentar..." ucapku lagi dengan bibir bergetar. Aku terburu-buru menyusun pakaian suamiku dan barang keperluannya, lalu mengganti pakaian rapi dan merias tipis wajahku. Aku gak sempat merapikan riasanku karena memang komandan suamiku sudah mendesak ku. "Bu...sudah selesaikah? Soalnya mereka sebentar lagi berangkat..." ucapnya membuatku segera bergegas dengan rambut sedikit masih acak-acakan dan dengan pedenya berseru. "Sudah, pak!" Seruku sambil keluar kamar sampai membuat komandan suamiku terkejut lalu tersenyum dengan manis sekali. "Ohh! Marii..."" ucapnya sopan dan membantu membawakan tas baju suamiku. "Pak! Jangan repot-repot!" Tolakku, sampai akhirnya tanpa sengaja jemari tangan kami saling menggenggam dan terdiam untuk beberapa saat. Jantungku berdegub kencang, entah karena senyumnya atau karena ada hangat yang menjalar memenuhi rongga d**a karena sentuhan tangan pria tampan ini.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
18.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.4K
bc

Kali kedua

read
219.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.1K
bc

TERNODA

read
200.3K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
78.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook