“Hanya aku yang bisa memuaskanmu… bukan wanita frigid itu.” Kalimat itu menghentikan langkah Ameera di depan kamar adiknya sendiri. Bukan hanya kata-katanya yang membuat tubuhnya membeku, tapi siapa yang mengatakannya. Jasmine, adik kandungnya. Dan pria yang berada di bawah tubuhnya, tertawa lepas, menikmati semuanya tanpa rasa bersalah, adalah Bimo, calon suami Ameera. Pria yang akan menikahinya 7 hari lagi. Dalam satu detik, dunia Ameera runtuh. namun ia tidak menangis, tidak juga berteriak histeris, mengamuk di depan mereka. Tapi ia merekam, menyimpan bukti, bukan sekedar melampiaskan emosi dan terlihat mengenaskan di depan manusia-manusia b***t itu. Mereka telah membuat rencana untuk mempermalukannya di hari pernikahan, di depan ratusan tamu. Ia akan ditinggalkan hanya beberapa detik sebelum akad, dijadikan bahan tertawaan. Mereka, orang-orang yang ia cintai dan percaya, bersekutu untuk menghancurkannya. Tapi mereka lupa satu hal, Ameera bukan wanita yang akan diam dan hanya menerima nasibnya begitu saja. Dia tidak selemah itu. Ia akan membalikkan permainan. 7 hari sebelum pernikahan, pengkhianatan itu telah mengubah takdirnya.
“Salah masuk kamar, aku malah menyerahkan diriku pada Iblis yang paling ditakuti tunanganku.” Tiga tahun menjadi keset bagi Kalandra Altamis adalah batas akhir Elara Jauza. Satu rencana nekat disusun untuk mengikat sang tunangan selamanya. Tetapi, kegelapan dan aroma maskulin yang asing mengkhianati logikanya. Pria yang mengklaimnya malam itu bukan Kalandra. Dia adalah Arlo Danendra. Pria arogan, berbahaya, dan sosok yang seharusnya tidak pernah Elara sentuh. Satu kesalahan fatal yang meninggalkan nyawa baru di rahimnya. Kini, Elara harus lari. Sebelum Arlo menemukannya, atau sebelum Kalandra sadar bahwa calon istrinya telah dinodai oleh musuh terbesarnya sendiri. “Aku membelinya dengan harga diri, tapi dia membayarnya dengan kehancuran.”
"Banyak cara untuk mengeluh, tapi aku memilih diam dan pergi karena aku tidak mau menjadi tokoh tak penting dalam ceritamu." Lily Adriana. ------------- Lily Adriana, seorang dokter yang baru saja bangkit dari luka pengkhianatan mantan pacarnya yang berselingkuh, Ia berusaha menata kembali hidupnya dengan lebih hati-hati dalam memilih pasangan. Namun hidupnya justru berubah ketika rencana iseng sahabatnya, Vina dan sepupunya Raffi, tanpa sepengetahuannya menjodohkannya dengan Mahardika Atmaja, seorang duda yang masih terikat pada kenangan mendalam tentang mendiang istrinya yang telah meninggal tiga tahun lalu. Pertemuan pertama mereka saja sudah berjalan buruk, canggung, penuh salah paham, dan jauh dari kesan menyenangkan, seolah menegaskan bahwa mereka memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Seharusnya kisah mereka berhenti disana. Tapi rupanya takdir malah mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang tak terduga, ketika Lily sebagai dokter harus menangani Om Dika di ruang IGD akibat kecelakaan. Dari hubungan yang awalnya kaku dan penuh jarak, perlahan tumbuh kedekatan yang tak bisa dihindari. Meski demikian, lama - lama Lily merasa ada satu kenyataan tak nyaman yang terus menghantuinya, ternyata ia bukanlah satu-satunya wanita yang menempati hati pria itu, ada seseorang yang tak bisa ia saingi, seseorang yang sudah tiada … tapi tetap hidup dalam ingatan. Tidak ingin hidup dalam bayang-bayang masa lalu seseorang, Lily memilih mundur dan meninggalkan Om Dika sebelum perasaannya kepada pria itu semakin dalam. Dan setelah itu, di antara kenangan yang belum selesai dan perasaan baru yang mulai tumbuh, Om Dika dihadapkan pada pertanyaan yang tidak mudah dalam hatinya, apakah ia mampu membuka hatinya untuk Lily yang terlihat tulus kepadanya, atau ia akan tetap terjebak dalam masa lalu yang tak tergantikan? Dan jika Lily benar-benar pergi, bagaimana nasib seorang Mahardika Atmaja?
Di malam anniversary kelima mereka, Asha justru memergoki tunangannya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Setelah dikhianati, dipermalukan, dan disalahkan keluarganya, hidup Asha berubah total saat ia diminta menggantikan sepupunya yang kabur di hari pernikahan. Pria yang dinikahinya adalah Haidar, lelaki dingin yang tampak asing dan sulit didekati. Namun Asha tak tahu, Haidar telah mengenalnya sejak lama. Saat semua orang meremehkan Asha, hanya Haidar yang tahu betapa berharganya perempuan itu. Dan kali ini, ia tidak akan membiarkan siapa pun merebut atau menyakitinya lagi.
Ryan Heryawan, tengah mencari mangsa untuk teman tidur malam ini malah bertemu dengan sahabat dari pacar sepupunya. “Hei. Ngapain lo di sini?” tanyanya melihat wanita cantik dengan rambut panjang yang berwarna ash brown itu. “Siapa lo? Kenapa? Lo mau coba tidur juga sama gue?” tantang wanita yang bernama Annie Winata. “Ih nantangin nih cewek. Lo mabok ya?” Bukannya menjawab Annie malah tertawa terbahak-bahak. “Ayo kita buktikan kalau lo sama dengan laki-laki b******k lainnya yang selalu nganggap gue sebagai barang bekas.” Setelah itu hal-hal yang diinginkan Annie juga Ryan pun terjadi. Kegiatan panas sepanjang malam itu saling mengungkapkan banyak hal yang selama ini mereka rahasiakan. Sama-sama saling menggilai, tapi Annie memilih mundur. Karena memang kenyataannya malam itu ia menggila karena alcohol juga rasa sakit hatinya pada sang mantan pacar. “Apapun yang terjadi tadi malam, please lupain semuanya.” Singkat, jelas dan padat. Tapi Ryan tidak mempermasalahkannya, ia akan menjalani hidupnya seperti biasa. Bekerja dan bersenang-senang menghabiskan uang untuk banyak wanita. Yang jadi masalah, mengapa bahkan setelah hari ke tujuh semenjak ia berhubungan dengan wanita itu, ia tidak dapat melupakannya. Yang ada ia terus membayangkannya. Tapi Annie malah menghindarinya dengan berbagai cara. Apakah Ryan hanya sekedar penasaran atau telah mencandui wanita agresif itu? Apakah mungkin bagi Ryan untuk mencintai wanita yang pernah ia tiduri, dan juga pernah ditiduri oleh lelaki lain? Baca juga cerita Author yang lainnya, judul Gairah Sugar Daddy dan Hasrat Dendam Mantan Pacar (Nikah Kontrak)
Rana merasa dibuang oleh ibunya karena dipaksa untuk tinggal bersama sang kakek. Awalnya gadis itu merasa tertekan dan canggung karena selama ini tidak pernah bertemu dengan kakeknya. Namun lama-kelamaan dia mulai terbiasa dan menjadi dekat dengan Kakek Wisnu.Awalnya kedekatan mereka layaknya seorang kakek kepada cucunya. Namun Rana yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah, menjadi haus akan kasih sayang dari kakeknya. Gadis itu berusaha keras untuk bisa menjadi kesayangan Kakek Wisnu. Lantas apa yang akan Rana lakukan agar bisa menwujudkannya?
#Warning! Mengandung unsur dewasa! #Cerita ringan menemani istirahat kalian sambil ngopi joss! Di kalangan elite ibu kota Jakarta, satu hal sudah menjadi rahasia umum—perjanjian pernikahan antara keluarga Santoso dan Pratama.Semua orang tahu. Semua orang membicarakannya.Namun, tak ada yang benar-benar memahami bagaimana perasaan orang yang terjebak di dalamnya.---Malam itu, hujan deras mengguyur Jakarta tanpa ampun.Jalanan gelap, lampu kota berpendar samar tertutup tirai air.Di tengah malam yang kacau itu, Jasmin Santoso berlari.Langkahnya tergesa. Nafasnya memburu.Seseorang mengikutinya.Perasaan dingin menjalar dari tengkuknya—insting bahaya yang tak bisa ia abaikan.Di ambang antara hidup dan mati, satu nama terlintas di pikirannya.Tunangannya.Namun kenyataan terasa jauh lebih kejam.Di saat dirinya terancam, pria yang seharusnya melindunginya justru sedang merayakan ulang tahun sahabat perempuannya—tertawa, bersulang, seolah dunia begitu indah.Hati Jasmin… hancur saat itu juga.Bukan sekadar kecewa.Tapi benar-benar mati rasa.---Sejak malam itu, ia mengambil keputusan.Ia akan membatalkan pertunangan.Tak peduli apa kata keluarga. Tak peduli konsekuensinya.---Namun, pada malam sebelum semuanya benar-benar berakhir—Seseorang datang mengetuk pintu kamarnya.Tok... tok... tok...Suara itu pelan, tapi terasa begitu jelas di keheningan malam.Jasmin membuka pintu.---Di luar, cahaya bulan sedang terang-terangnya.Putih, dingin, dan sunyi—seperti embun beku yang menyelimuti dunia.Dan di bawah cahaya itu… berdiri seorang pria.Posturnya tinggi, tegap, dengan aura tenang yang sulit dijelaskan.Langkahnya seolah membawa dingin malam bersamanya.Wajahnya tampan dengan garis tegas namun halus, sorot matanya samar—seolah ada sesuatu yang tersembunyi di dalamnya.Perasaan yang tertahan.Perasaan yang sudah lama dipendam.Pria itu menatap Jasmin.Tatapannya dalam. Tenang. Tapi di balik itu—ada gelombang emosi yang nyaris tak terlihat.Saat ia berbicara, suaranya datar… namun entah kenapa terasa hangat.“Di keluarga Pratama… bukan hanya ada Rendra Pratama.”Ia berhenti sejenak.Matanya tak lepas dari Jasmin.“Ada aku.”Hening.Lalu, dengan nada yang tetap tenang—namun penuh kepastian—“Aku datang untuk memenuhi perjanjian pernikahan itu.”---Malam itu, tak hanya hujan yang mengguyur Jakarta.Takdir pun… diam-diam mulai berubah arah.
Nasib membawa Alya pada realita hidup yang berat, yang memaksanya untuk tetap berdiri di atas kakinya sendiri. Alya datang ke rumah keluarga Surya untuk menjadi pelayan. Namun, di hari pertama dia menginjakkan kaki di rumah itu, dia sudah menyaksikan hal yang tidak biasa. Hanya tekad yang membuatnya bertahan. Ia tidak peduli pada aturan ketat, rumah besar yang terasa asing, atau tatapan dingin para penghuni di dalamnya. Selama ia bisa bertahan hidup, semuanya bisa ia hadapi.Namun Tuan Surya sudah terobsesi padanya sejak awal. Baginya Alya bukan sekadar pelayan, melainkan sesuatu yang perlahan ingin ia kuasai.Di rumah itu, Alya belajar bahwa tidak semua sentuhan berarti perlindungan. Bahwa kekuasaan bisa berubah menjadi ancaman yang tidak terlihat, namun terasa nyata di setiap langkah.Ia ingin pergi. Namun ia tidak bisa. Karena rumah itu bukan sekadar tempat kerja, melainkan perangkap. Alya nyaris tak kuasa melindungi dirinya sendiri.Hingga Arga, Tuan Muda keluarga itu datang. Pria itu menatapnya dengan intens, yang membuat hati Alya berdebar lebih cepat daripada yang seharusnya. Berbeda dari ayahnya, Arga melihat Alya bukan sebagai sesuatu yang bisa dimiliki tapi seseorang yang ingin ia lindungi. Perhatian kecilnya terasa asing, namun justru itu yang perlahan menghancurkan pertahanan Alya. Karena untuk pertama kalinya ia merasa aman.Namun di rumah itu, keinginan tidak pernah sederhana.Surya yang semakin terobesi tak pernah berhenti. Dia terus berusaha mencari kesempatan. Sementara seseorang di rumah itu juga semakin membenci Alya karena dianggap sebagai saingan. Dan ketika kedua pria menginginkan hal yang sama dengan cara yang sangat berbeda,Alya harus memilih bertahan dalam ketakutan, atau mempercayakan hatinya pada seseorang yang bisa saja menghancurkan segalanya.
"Jangan mencintaiku, Dara! Jangan pernah mengharapkan apa pun dari pernikahan ini. Tugasmu di sini hanyalah satu, mengabdikan seluruh hidupmu sampai benihku tertanam di rahimmu. Lalu, setelah anak itu lahir, berikan dia kepada istriku dan pergilah sejauh mungkin dari hidup kami." Bagi Dara Renata Atmaja (19 tahun), pernikahannya dengan Garda Jayanegara (30th) awalnya tampak seperti pintu keluar dari neraka yang diciptakan oleh bibinya. Ia mengira telah memenangkan lotre kehidupan saat melihat sosok Garda yang merupakan pria tampan, berkuasa, dan nyaris sempurna. Namun, pelaminan itu ternyata hanyalah sebuah transaksi gelap. Kebahagiaan Dara hancur seketika saat rahasia besar terkuak, Garda sudah beristri. Dara bukan hadir sebagai pendamping, melainkan hanya sebagai "wadah" pengganti rahim istri Garda yang bermasalah. Aturannya adalah: Lahirkan anak itu, serahkan, lalu pergi tanpa jejak. Di antara tembok rumah megah yang terasa dingin, Dara menyadari ia hanyalah mesin yang disewa. Namun, apa yang terjadi jika sang mesin mulai memiliki rasa, dan sang pemilik rahim mulai enggan melepaskan miliknya? Disaat sang mesin itu akhirnya pergi tanpa jejak bersama benihnya, yang tersisa hanyalah penyesalan bagi seorang Garda Jayanegara, si pemilik kuasa yang akhirnya kalah dengan perasaannya sendiri.
[Bara & Ilusi] ••• Hari pernikahan yang tidak pernah benar-benar Ilusi Arundapati miliki sebab sang calon suami membatalkannya secara sepihak pasca operasi pengangkatan sel telur. Seakan tak cukup, warga desa mengklaimnya mandul. Ilusi tidak lagi percaya cinta, tetapi pertemuannya dengan seorang Lahar Bara Budiman menghadirkan rasa yang tak ingin kembali Ilusi miliki. Dia mencintai lelaki itu. Lelaki yang Ilusi temui dengan identitas "Nona Palsu" di Jakarta. Sayang, Ilusi harus mengubur dalam-dalam perasaannya. Saat dia diminta kembali ke desa untuk hadir di acara lamaran sang adik, laki-laki yang datang itu ternyata seorang Lahar Bara. Namun, pada hari pernikahan Bara, Ilusilah yang jadi mempelai wanitanya—duduk di kursi akad yang semestinya diduduki sang adik. Sebenarnya, apa hal yang terjadi pada mereka? Yang jikapun Ilusi meniti rumah tangga dengan Bara, akankah ada cinta untuknya? Atau ... hubungan mereka hanya akan bermuara di satu kata pisah? Meskipun di sini, Bara berkata bahwa dia tidak akan pernah melepaskan Ilusi.