(Perhatian Novel ini khusus dewasa, mengandung banyak adegan 21+, bagi yang di bawah umur, mohon kebijaksanaannya)Dania terjebak dimalam-malam penuh gairah bersama sang atasan yang juga merupakan pacar sahabatnya. Awalnya dia enggan melakukan permintaan sahabatnya ini, apalagi perasaannya pada sang atasan sudah lama ada sebelum atasannya dan sahabatnya berpacaran. Dania masih punya hati nurani. Namun wajah sedih Roger atasannya, dan rahasia kejam sahabatnya yang mulai terkuak sedikit demi sedikit, membuat Dania menyimpan sakit hati dan memulai agenda terlarangnya. Demi membalaskan dendamnya pada sahabatnya itu, dia berusaha menjerat hati atasannya, bertekad merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya sejak awal.
Alena selalu percaya bahwa cinta akan memilihnya suatu hari nanti. Sampai ia dipermalukan oleh perasaannya sendiri. Malu. Hancur. Kehilangan harga diri. Alena memutuskan untuk berhenti berharap pada cinta. Ketika hidupnya berantakan, Arga muncul. Alena selalu menganggap Arga sebagai pria yang menyebalkan. Suka mengatur, suka memarahi nya, dan selalu memperlakukannya seperti anak kecil. Namun di saat yang sama, Arga juga selalu ada ketika Alena membutuhkan pertolongan. Bagi Arga, Alena hanyalah adik dari sahabatnya. Gadis ceroboh yang selalu membuat masalah dan tanpa sadar mengacaukan hidupnya. Sampai suatu hari Arga menyadari bahwa dirinya terlalu sering mencari Alena, terlalu sering mengkhawatirkan Alena, dan terlalu takut kehilangan Alena. Dan ketika sebuah pernikahan yang tak pernah mereka rencanakan menyatukan mereka, masa lalu itu kembali hadir di antara keduanya. Membuat Arga bertanya-tanya... Apakah Ia benar-benar mencintai Alena? Atau perempuan itu hanya menjadi tempat persinggahan sementara bagi hati yang masih merindukan orang lain? Bagaimana dengan Alena? Apakah ia hanya menjadikan Arga sebagai tempat untuk bertahan hidup tanpa rasa?
Dia membunuh kekasihku, lalu menikahiku dengan topeng malaikatnya.Clara mengira Adrian adalah berkat terindah yang dikirim Tuhan setelah kematian tragis kekasihnya. Adrian adalah dokter yang lembut, pelindung yang posesif, dan suami yang sempurna di atas ranjang.Sampai Clara menemukan fakta mengerikan: Adrian adalah bos mafia besar yang sengaja menyuntik mati kekasihnya di meja operasi demi bisa memilikinya.Saat Clara mencoba kabur, pria lembut itu berubah menjadi iblis. Dia mengurung Clara, mendominasinya, dan membisikkan janji yang mengerikan:"Kamu bisa membenciku seumur hidupmu, Sayang. Tapi kamu tidak akan pernah bisa lepas dari ranjangku.”
Tabrakan bodoh Alya dengan mobil mewah seorang Ibu sosialita kaya adalah awal dari petaka di hidupnya. Untuk menghapus utangnya yang selangit, ia dipaksa menerima tawaran yang tak masuk akal, menjadi pengasuh dan pelayan di rumah megah keluarga itu. Namun, peran itu hanyalah kedok. Misi sebenarnya jauh lebih keji, Menggoda Axton, sang putra mahkota, dan memecah belah rumah tangganya. Terlebih Axton adalah pria yang dingin mematikan yang memiliki sorot mata aneh setiap kali Alya ada di dekatnya.
Karena dinyatakan mandul, Flora tega menumbalkan adiknya sendiri, Anneisa ke ranjang calon suaminya, Kenzo Pratama, demi mendapatkan seorang pewaris.Karena hal itu Anneisa harus dihina sebagai wanita kegatelan oleh ibu kandungnya, ditampar oleh ayahnya, bahkan dipaksa menikah siri serta menyerahkan anaknya nanti. Mereka pikir Anneisa akan tunduk? Tidak. Jika dunia memperlakukannya sebagai barang sewaan, maka ia akan menjadi barang sewaan dengan tarif paling mahal di dunia.
Zevanya Larasati tahu betul bagaimana rasanya dihancurkan oleh orang ketiga.Ayahnya pergi karena wanita lain.Ibunya dipermalukan karena pria lain.Sejak itu, Laras berjanji,ia tidak akan pernah menjadi orang ketiga dalam hidup siapa pun.Namun hidup justru mempermainkannya.Di malam pernikahannya, seorang wanita hamil datang dan berlutut di hadapannya… memohon agar Laras tidak mengambil suaminya.Di depan semua orang, Laras memilih pergi.Meninggalkan pernikahan, pekerjaan, dan harga dirinya yang hampir hancur.Ia pikir semuanya telah berakhir.Sampai ia bertemu kembali dengan Raka Pratama,pria dari masa kecilnya… kini menjadi atasannya.Dingin, berkuasa, dan tak tersentuh.Sayangnya, pria itu sudah bertunangan dengan wanita lain.Laras hanya ingin hidup tenang.Menjaga jarak. Menghindari kesalahan yang sama.Namun semakin ia menjauh…Raka justru semakin mendekat.Dan untuk kedua kalinya dalam hidupnya,Laras dihadapkan pada pilihan yang sama,bertahan pada prinsipnya…atau kembali menjadi orang ketiga.
“Mas, berhenti!” pekik Arumi tertahan. “Kenapa, hem? Bukankah ini yang kamu inginkan? Kamu selalu menggodaku.” Arjuna menyeringai. “A—ada Sienna di luar. Aku takut dia tau.” “Memangnya, kenapa kalau dia tahu? Dia yang menyuruhmu mendekatiku.” skakmat laki-laki itu. “Tapi, kita nggak bisa lanjut lagi, Mas. Udah cukup semua ini. Tugasku udah selesai.” Arjuna Terdiam. Ekspresinya menegang, matanya menyala merah dengan wajah garang. “Jangan harap kamu bisa lari dariku setelah semua yang kamu lakukan kepadaku, Rumi.” Pria itu meremas paha Arumi dengan kasar. “Engh, Mas.... sakit..."
“Jangan sentuh aku! Pergi! Aku lebih rela mati daripada dikasihani olehmu!” Bagi Zaviar Elora Maheswari, kehilangan penglihatan akibat kecelakaan tragis yang juga menghancurkan mimpinya sebagai balerina internasional ternyata belum menjadi luka paling menyakitkan dalam hidupnya. Yang paling menyakitkan justru sebuah suara. Suara bariton yang begitu ia kenal. Suara pria yang sepuluh tahun lalu pergi tanpa penjelasan, meninggalkannya dengan hati yang hancur dan pertanyaan yang tak pernah mendapatkan jawaban. dr. Arnav Ghazi Danendra, Sp.M. Pria yang selama ini ingin Elora lupakan, kini justru berdiri di samping ranjang rumah sakitnya sebagai dokter spesialis mata yang bertanggung jawab atas seluruh proses kesembuhannya. Elora membenci semua ini. Ia membenci suara Arnav yang kembali mengusik hidupnya. Ia membenci sentuhan tangan yang dulu pernah begitu ia rindukan. Lebih dari itu, ia membenci takdir yang mempertemukan mereka kembali saat dunianya sudah berubah menjadi gelap. Sayangnya, Arnav tidak berniat melarikan diri untuk kedua kalinya. Pria itu memilih bertahan. Tetap berada di samping Elora, meski setiap hari harus menerima kemarahan, kebencian, dan luka yang selama ini dipendam perempuan itu. Elora tidak pernah tahu bahwa sepuluh tahun lalu, Arnav pergi sambil membawa sebuah rahasia yang tidak pernah sanggup ia ungkapkan. Sementara Arnav sendiri tidak tahu sampai kapan ia mampu menyembunyikan identitas dan masa lalu yang sesungguhnya, sebelum Elora akhirnya menyadari siapa pria yang selama ini menggenggam jemarinya dalam gelap. Ketika cahaya telah hilang dan hati mereka sama-sama dipenuhi luka, mampukah Arnav memperbaiki kehancuran yang pernah ia ciptakan sendiri? Ataukah pertemuan kedua mereka justru akan melahirkan patah hati yang jauh lebih menyakitkan daripada sepuluh tahun yang lalu?
(Warning ! Novel ini hanya untuk Dewasa) " Bukan di naik-turunkan Naomi, cobalah dengan gerakan maju-mundur...aaarrrgh, kau membuatku gila !.." Nathan yang frustasi karena gagal menikah, di bawah pengaruh alkohol tanpa sengaja meniduri Naomi, sekretaris pribadinya yang ternyata masih perawan. Di dasari perasaan bersalah, di tambah bayang-bayang kenikmatan di malam itu yang terus menghantui, akhirnya Nathan memberanikan diri untuk mengajak Naomi menikah sebagai bentuk tanggung jawab. Namun, Nathan baru menyadari bahwa selama ini ia tidak benar-benar mengenal Naomi. Wanita pendiam yang selalu menuruti perintahnya itu kini berani menatap matanya dan berkata, "Tidak." Di mata Naomi, tawaran itu adalah sebuah penghinaan. Ia menolak Nathan dengan tegas, meninggalkan sang bos yang kini terjebak dalam obsesi, penyesalan, dan keinginan yang semakin liar. Mampukah Nathan menaklukan perasaan Sang Sekretaris?
Dari luar, hidup Justitia Rahmadsyah tampak sempurna—putri dari dua figur publik ternama, bergelimang harta, dan keluarga yang terlihat harmonis. Namun dalam kenyataannya, semua citra positif itu semu. Kedua orang tuanya kerap bertengkar dan saling membenci satu sama lain. Situasi rumah yang seperti medan perang membentuk Tia menjadi gadis yang kehilangan arah. Ia tumbuh liar—menenggelamkan diri dalam pesta, perkelahian, dan kehidupan tanpa batas, hanya untuk melupakan kehampaan yang menggerogoti jiwanya. Semua berubah dalam satu malam. Kecelakaan tragis merenggut nyawa ayahnya—bersama perempuan yang selama ini menjadi rahasia memalukan keluarga. Skandal itu menyeret segalanya hancur : harta disita, utang menumpuk dan ibunya yang tak sanggup menghadapi kenyataan, kehilangan kewarasannya. Dalam sekejap, Tia kehilangan segalanya. Dipaksa dewasa oleh keadaan, Tia bertarung sendirian di dunia yang kejam. Orang-orang yang dulu tersenyum dan menerima bantuan keluarganya kini berpaling, bahkan pura-pura tak mengenalnya. Namun, cobaan belum berhenti. Riffat, sosok dari masa lalu yang kelam, kembali hadir. Ia adalah anak dari musuh lama keluarga Rahmadsyah—dan kedatangannya bukan tanpa tujuan. Riffat membawa dendam yang belum terbayar, dan Tia menjadi sasaran paling mudah untuk melunasi semuanya. Terjebak antara masa lalu dan masa kini, Tia harus memilih: bertahan dan melawan, atau hancur bersama semua luka lama. Karena bagi Tia, untuk bisa tetap waras saja… sudah seperti keajaiban.