“Di rumah megah ini, aku lebih transparan daripada udara, dan lebih dingin daripada lantai marmer yang kau pijak.” * Bagi dunia, menjadi istri Shankara Jevas Mavendra adalah dongeng yang sempurna. Harta tak berseri, wajah rupawan, dan martabat keluarga terpandang. Namun, bagi Arunaya Lintar Kinandayu, pernikahan ini adalah peti mati berlapis emas.Tiga tahun menikah, Aru tidak pernah merasakan hangatnya tangan suaminya. * Ironisnya, ia harus menyaksikan tangan dingin itu berubah menjadi pelindung paling lembut saat bersama wanita lain, istri dari mendiang adik Jevas. Jevas memberikan tawa, waktu, dan jiwanya untuk "keluarga" itu, menyisakan punggung yang kaku dan tatapan asing untuk istrinya sendiri.Arunaya bertahan dalam diam, menelan nanah rasa sakit setiap hari, berharap suatu saat Jevas akan menoleh. * Sampai akhirnya, takdir menamparnya dengan vonis mematikan: Kanker hati stadium dua.Tidak ada air mata histeris. Tidak ada permohonan untuk diselamatkan. Aru justru tersenyum. Karena baginya, kematian bukanlah akhir yang menakutkan, melainkan tiket kebebasan dari neraka kesepian ini. Sebelum ia pergi selamanya, Aru memutuskan untuk berhenti menjadi istri yang sabar. * Dia mengajukan perceraian dengan tiga syarat gila. Jevas menyetujuinya, mengira itu hanya permainan wanita yang haus perhatian.Pria itu tidak tahu, bahwa dia sedang menandatangani kontrak penyesalan seumur hidup.
Kalau bukan karena Anna sesabar itu, mana mungkin betah jadi asisten Biru yang bermulut petasan. Biru Abraham, fotografer ganteng yang juga pemilik studio foto dan rumah mode Seven Star. Jatuh cinta dalam diam. Annasera yang lugu, justru salah menjatuhkan hati ke bosnya yang biasa bermain tanpa melibatkan perasaan. Biru digandrungi para model cantik. Bukan hanya karena tampan, tapi juga cucu konglomerat. Anna yang paling tahu, segila apa bosnya kalau sedang bersama mainnya. Karena dia yang biasa pontang panting mengurus pria itu saat mabuk di klub atau pesta. Sampai ketika Anna celaka, hampir diperkosa mantan pacarnya yang telah menguras tabungannya. Biru datang menyelamatkan dia yang dalam kondisi dicekoki minuman dan obat. Namun, justru itu jadi awal petaka bagi Anna. Dia selamat dari mantan brengseknya, tapi berakhir di ranjang bosnya. Sejak itu semua tak lagi sama. Biru memang berubah hangat, tapi Anna juga harus menelan sakit melihat pria itu diantara gemerlap dunianya. Diam terluka. Tanpa menyalahkan, apalagi menuntut tanggung jawab saat tahu dirinya hamil. Anna tahu diri. Bukan hanya tak pantas, tapi kehamilannya bisa jadi skandal yang akan mencoreng karir bosnya dan nama baik keluarga Lin. Puncaknya ketika Anna memergoki apa yang seharusnya tidak dia lihat. Dia pilih pergi. Menghilang tanpa jejak. Meninggalkan Biru yang baru menyadari, Anna pergi membawa calon anak mereka di rahimnya. Anna kira kepergiannya bakal menyelesaikan masalah. Ternyata justru jadi awal kehancuran Biru. Hidupnya berantakan. Orang tuanya murka. Dia terhukum oleh sesal, juga rasa yang terlambat Biru sadari. Bagaimana perjuangannya mendapatkan maaf dari Anna, yang kukuh tidak mau dinikahi setelah Biru menemukan keberadaannya? Bukan tidak cinta, tapi Anna tidak ingin semakin terluka. Bagaimana juga gilanya Biru, ketika nyaris kehilangan Anna dan bayinya karena ulah musuh bebuyutannya? “Maaf … sudah jadi bagian terburuk hidupmu, Na. Maaf, jika mencintaimu membuatku menyakitimu. Dan maaf, untuk banyak hal yang kurang aku usahakan!”
"Mas Hans. Ini Yasmin udah bikinin sarapannya. Makan dulu ya mas sebelum berangkat kerja." "Sudah berapa kali saya bilang sama kamu, Yasmin?! Tidak perlu sok menjadi istri yang sempurna di depan saya! Kamu itu hanya parasit! Saya tahu hati kamu seburuk wajah yang kamu simpan di balik cadarmu itu!" Yasmin hanya bisa menggigit bibirnya ketika berulang kali suaminya menolaknya mentah-mentah. Jangankan menerima sarapan pagi yang ia berikan, menerimanya mejadi istri sah saja seperti beban besar yang harus pria itu lakukan. "Mas, mas bahkan belum pernah lihat wajah Yasmin. Tapi kenapa seolah-olah mas udah tahu?!" "Nggak perlu! Saya sudah tahu bagaimana kebusukan kamu di luar sana. Dasar perempuan penggoda! Pantas wajahmu dirusak oleh Tuhan. Wajahmu senada dengan isi hatimu." "Ya Allah, Mas. Itu fitnah. Yasmin nggak pernah melakukan apapun yang mas tuduhkan. Yasmin--" "Cukup! Saya lebih percaya dengan apa yang saya dengar dari telinga saya sendiri. Enyah dari hadapanku, Yasmin. Jangan lagi muncul walau kita satu atap!" *** "Nduk, Yang sabar. Ingat pesan almarhum abah sama Umimu. Kamu ndak boleh nyerah gitu aja sama suamimu. Amit-amit jangan sampai kamu cerai. Haram bagi keluaga kita, Nduk. Ingat, surganya istri itu ada pada suami. Bagaimanapun perangai suamimu, ambillah pahala dari sana, Nduk." "Tapi Yasmin ndak kuat, Bude. Mas Hans nggak pernah memandang Yasmin sebagai istri. Bahkan dia jijik sama Yasmin bude." "Bersabarlah nduk. Bude yakin, nantinya nak Hans akan luluh. Dia belum sadar saja istri di hadapannya itu seorang bidadari surga." ** Hans begitu muak dengan pernikahannya. Perjodohannya itu membuatnya harus terpisah dengan orang yang sangat dia cintai. Sebab mendapat informasi yang dia cari, Hans semakin membenci istrinya. Bagaimanakah kisah cinta Yasmin yang sekuat tenaganya mempertahankan suami yang bahkan tidak pernah melihatnya? Akankah dia menyerah pada Hans yang tidak pernah luluh terhadapnya? Fitnah yang ditujukan padanya bahkan membuat dirinya tidak bisa membela diri.
Top 5 Dosa Manis & Membara Lomba Permainan Berbahaya 🔞Warning mengandung adegan dewasa, harap bijak dalam memilih bacaan. Arthur William Xavier (42 tahun) adalah seorang Mafia klan Black Fangs yang menyamar menjadi CEO demi mendapatkan ketenangan hidup setelah kematian ibunya. Dia menikah dengan Rebecca Montana (40 tahun) dan hidup bahagia bersamanya. Namun selama 10 tahun pernikahan mereka, mereka belum dikarunia seorang anak Mereka memutuskan mengadopsi seorang anak bernama Vania Bennet berusia 18 tahun. Vania mengingatkan Arthur pada mendiang ibunya yang sudah meninggal, maka dari itu Arthur mau mengadopsinya. Siapa sangka, ternyata Vania bukanlah gadis remaja berumur 18 tahun melainkan wanita dewasa yang sudah berumur 24. Vania ditugaskan untuk menghancurkan rumah tangga Arthur dan Rebecca. Vania Bennet memiliki nama asli yaitu Isabella Clarise. Dia mengalami kecelakaan di hari pernikahan kekasihnya dengan wanita lain. Gara-gara itu dirinya mengalami keguguran dan wajahnya mengalami kerusakan. Jully, sahabatnya membantu dirinya dan mengganti identitasnya. Sebagai balas budi Vania diminta oleh Jully untuk merusak rumah tangga Arthur dan Rebecca karena dulu Rebecca sudah menghancurkan keluarganya. Di tengah misinya, Vania Bennet kembali bertemu dengan mantan kekasihnya James Wang (30 tahun) yang sudah meninggalkan dirinya setahun lalu demi menikahi wanita lain. James Wang menjadi guru di sekolahnya Vania. Hal itu membuat Vania ketar-ketir dan takut kedoknya akan terbongkar. Akankah Vania dapat menyelesaikan misi ya? Akankah Vania jatuh ke dalam pelukan Arthur? atau malah kembali bersama James?
Sultan Adinata Atmadja, pria berusia 30 tahun itu mengganti nama pengantinnya pada hari H pernikahan, setelah mengetahui calon istrinya selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Sultan membalas penghianatan calon istrinya dengan mempermalukannya di depan seluruh tamu undangan. “Maaf Pak Penghulu, nama calon pengantin perempuannya bukan Nabila Yahya, tapi Nuka Kansa Cahyani.” “Apa?” “Saya baru sadar kalau perempuan yang saya cintai adalah Kansa, bukan Nabila.” Sultan tersenyum. Pria tampan gagah itu menoleh ke arah seorang gadis berhijab yang duduk di deretan kursi tamu paling depan. Sementara calon istrinya—Nabila, yang duduk di samping pria tersebut nyaris pingsan. Nuka Kansa Cahyani tidak pernah berpikir akan menikah di usia yang baru 21 tahun. Ia adalah putri seorang pembantu, yang diangkat anak oleh keluarga majikan sang ibu. Keluarga Yahya. Karena kesalahan kakak angkatnya, dia akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi suami kakak angkatnya. Apa yang akan terjadi pada Kansa setelah menjadi pengantin dadakan seorang cucu konglomerat yang menjadi CEO sebuah perusahaan besar tersebut?
Selama tiga tahun, Jelita Larasati menjalani perannya sebagai seorang istri Dikara Darmawangsa, taipan tampan dan karismatik sejagda nusantara. Di mata masyarakat elit, mereka adalah pasangan yang sempurna. Simbol dari cinta dan kesuksesan. Namun, di balik gemerlapnya kehidupan, tersembunyi satu fakta yang tidak diketahui siapapun bahwa pernikahan itu hanya sebatas kontrak saja. Jelita dikontrak agar Dikara terlihat seperti pria berkeluarga demi kepentingan citra dan bisnis. Tepat tiga tahun berlalu, Dikara mengajukan perceraian. Ia menginginkan perpisahan tanpa drama dan pertentangan. Jelita pun tak bisa menolak. Akan tetapi, ia mengajukan syarat mut’ah—yakni uang tunai senilai 200 miliar rupiah. Dimana, Dikara wajib memberikan nafkah iddah sebelum proses perceraian itu selesai. Syarat lainnya, Jelita ingin sang mantan mengantarnya langsung ke bandara sebelum pergi. Serta, mengharapkan satu hal yang tidak pernah ia dapatkan selama pernikahan, yaitu—ciuman tulus perpisahan dari sosok yang diam-diam dicintainya. Namun, tak lama setelah pesawat lepas landas, kabar buruk datang. Pesawat yang ditumpangi Jelita terjatuh dan wanita itu dinyatakan hilang. Saat itu pula, Dikara merasa hancur. Ia merasa bersalah dan kehilangan. Sampai suatu hari kebenaran terungkap bahwa Jelita tidak pernah ada dalam pesawat itu. Pesan suara yang ditinggalkan hanyalah rekayasa. Jelita telah membohonginya selama tiga tahun dan menghilang membawa ratusan miliar. Sejak saat itulah, Dikara terobsesi. Ia bersumpah akan menemukan sang wanita dan menuntut atas penghianatannya. Delapan tahun kemudian, Dikara menghadiri sebuah acara penandatanganan buku di kotanya. Disana, ia bertemu seorang penulis romance bernama Juwita Larasati—wanita yang memiliki wajah serta sorot mata yang mirip dengan sosok mantan istrinya. Lambat laun, kecurigaan itu berubah menjadi sebuah obsesi. Dikara yakin bahwa Juwita adalah Jelita. Namun, Juwita memiliki kisah kehidupannya sendiri. Ia terbangun di rumah sakit tanpa mengingat masa lalunya. Hanya ada sisa-sisa luka yang tertinggal. Lalu, apakah Juwita benar-benar Jelita yang selama ini dicari Dikara? Atau hanya kebetulan semata? Diantara teka-teki dan masa lalu yang terkubur, keduanya terjebak permainan takdir dan dendam. Atau mungkin—kisah yang belum usai?
Jika Lova bisa memilih tentang hal-hal yang tidak dia inginkan terjadi dalam hidupnya, maka pilihan yang tidak dia inginkan itu adalah kembali bertemu dengan orang-orang dari masa lalu. Tapi kenyataannya, pilihan sering bertentangan dengan takdir. Di malam reuni SMA yang terpaksa dia datangi karena suatu hal itu justru menjadi awal dari segala benang merah yang terus menghubungkannya dengan orang-orang dari masa lalu. Rencana Lova yang hanya akan datang ke reuni itu, lalu pulang secepatnya setelah urusannya selesai justru menjadi malam panjang yang menggairahkan. Lova dijebak hingga dia berakhir menghabiskan malam panasnya dengan sang mantan kekasih -Galen Keandra Alastair-. Dia tidak membutuhkan tanggung jawab dan meminta pria itu melupakan malam panas mereka. Namun yang terjadi adalah Galen yang mendesak akan menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab. Bahkan saat Lova memutuskan untuk kembali pulang ke Bali, pria itu datang tiba-tiba, menyeretnya kembali ke Jakarta untuk melangsungkan pernikahan. Lalu, bagaimana nasib pernikahan mereka? Apa alasan Galen ngotot menikahi Lova? Apa yang membuat Lova begitu enggan berurusan dengan masa lalu? Bagaimana jika fakta demi fakta yang terkuak tentang kejadian di masa lalu justru memberikan luka paling hebat untuk Lova juga Galen? Akankah Lova bisa bertahan sekali lagi atau lebih memilih mengakhiri hidupnya yang pelik dan penuh luka? Luka yang dia sembunyikan selama sembilan tahun itu. Sejak dia putus dengan Galen.
"Ah, Bi. Jangan!" "Kenapa, hem? Dulu kamu menyukai ini, Vi." "Bian..." "Yes, Baby. Aku merindukan desahanmu." *** Setelah mengubur masa lalunya yang menyakitkan selama lima tahun, Viona harus mengalami nasib sial karena bertemu lagi dengan mantan kekasihnya yang sangat dia hindari. * Sialnya, Viona tidak bisa menolak kedatangan lelaki itu di hidupnya lagi sebab dia membutuhkan Biantara untuk kelangsungan hidupnya, dimana perusahaan tempatnya bekerja membutuhkan suntikan dana dari lelaki itu. * Tapi masalahnya, Biantara tidak hanya mendesaknya dalam hal pekerjaan saja. Tapi lelaki itu diam-diam menyusup sampai ke ranah pribadi Viona, sampai keberadaan anak laki-laki mereka yang Viona sembunyikan, terancam diketahui Biantara. * Ya, benar. Saat Biantara membuangnya, dia tidak tahu jika Viona pergi membawa benih yang ia tanam di rahimnya. *** “Memangnya nggak ada kamar kosong lagi, Mbak? Please, Mbak. Tolong carikan ya. Masa saya sekamar sama atasan saya?” Viona panik di depan meja resepsionis hotel. Sayangnya, sebelum sang resepsionis menjawabnya, Biantara sudah lebih dulu menyelanya, “Memangnya kenapa kalau kita sekamar, hem? Jangankan satu kamar, kamu lupa kalau kita bahkan pernah berbagi peluh di ranjang yang sama, Viona?”
Kekasih berkhianat. Sahabat menusuk dari belakang. Adik meninggal di malam yang sama. Sejak tragedi beruntun itu, Arial sulit untuk percaya pada cinta, rumah, atau dirinya sendiri. Ia memilih pergi ke tempat yang jauh, berharap jarak bisa mengubur rasa bersalah yang perlahan membunuhnya. Namun kenangan tentang Yupi tak pernah benar-benar pergi. Terlebih ketika Amanda datang membawa hadiah terakhir dari almarhum adiknya itu… dan perhatian-perhatian kecil mantan pacar sang adik membuat hati Arial yang beku mulai menghangat lagi. Sayangnya, luka seperti miliknya tak pernah selesai hanya dengan melarikan diri. Dan cinta… sering datang justru dari arah yang paling menyakitkan.
Dewa & Yuna _______ Dewa dan Yuna berpisah setelah tiga tahun lebih menikah. Dewa yang meminta itu karena dirinya divonis sulit memiliki keturunan. Namun, di antara kecilnya kemungkinan, Yuna justru dinyatakan hamil tak lama setelah mereka berpisah. Empat tahun berlalu, mereka bertemu kembali karena sebuah proyek. Pada hari itu juga, Dewa langsung tahu kalau Yuna memiliki anak dan ia yakin kalau anak itu adalah anaknya. Ia bertekad ingin mendapatkan kembali hati Yuna dan anaknya. Sayangnya, kesempatan kedua sudah Yuna tutup sejak Dewa sengaja menyuruhnya pergi. Terlebih, kini ada Zayn, teman baru Yuna yang selalu siap menjadi ayah sambung. Lalu, siapakah yang pada akhirnya Yuna pilih? Akankah Dewa— ayah kandung dari anaknya, atau Zayn— laki-laki yang selalu menemani masa-masa tersulitnya?