Delapan tahun lalu, Benjamin Jusuf terpaksa menikahi seorang gadis muda bernama Nina Amari secara siri. Bukan karena cinta, bukan pula karena keinginan. Pernikahan itu terjadi saat Nina terbaring koma, setelah sang ibu—Vivian—dan perawat kakeknya tewas dalam kecelakaan tabrak lari. Ben hanya ingin melindungi Nina agar tidak dikembalikan kepada ayah tirinya yang kasar, lelaki yang hampir melecehkan Nina dan kerap memukuli ibunya. Namun bagi Ben, pernikahan itu tak pernah benar-benar ada. Ia pergi melanjutkan kuliah ke luar negeri, meninggalkan Nina dalam sunyi dan status yang menggantung—istri tanpa peran, tanpa cinta. Waktu berlalu. Ben kembali ke Indonesia bersama kekasihnya, Delia, dan meminta Nina untuk bercerai. Nina menurut. Tapi segalanya berubah ketika Ben mengetahui satu kenyataan pahit: adik kandungnya, Jo, diam-diam mencintai Nina. Cinta itu membuat Prita, istri Jo sekaligus sahabat karib Nina, diliputi cemburu dan ketakutan kehilangan rumah tangganya. Demi mencegah Jo menceraikan Prita dan mengejar Nina, Ben terpaksa rujuk kembali dengan Nina—sekali lagi, bukan karena cinta, melainkan kewajiban. Di saat yang sama, takdir mempermainkan mereka. Nina bekerja di perusahaan yang sama dengan Ben. Tak ada yang tahu status mereka. Dan Ben meminta satu hal: merahasiakan pernikahan siri itu, demi menjaga perasaan Delia. Bagi Nina, itu adalah penjara. Ia lelah menjadi istri yang tak diakui, terkekang oleh ikatan tanpa makna. Ia menuntut kebebasan—dan Ben menolaknya. Pertengkaran pun tak terhindarkan. Di satu sisi, Delia mendesak Ben untuk segera menikahinya secara sah. Di sisi lain, Jo mulai berani mengejar Nina, mengguncang perasaan yang selama ini Nina kubur dalam-dalam. Di antara rahasia, kecemburuan, dan pernikahan tanpa cinta— siapakah yang akhirnya akan dipilih Ben? Istri sirinya yang selalu ia tolak akui? Ataukah perempuan yang ingin ia banggakan sebagai istri sah? Dan Nina… akankah ia kembali pada cinta lamanya, atau justru jatuh cinta pada pria yang sejak awal menolak mengakuinya?
“Kamu pikir ... aku akan jatuh cinta hanya karena kamu menyerahkan tubuhmu padaku? Salah besar, Indira!" * Empat tahun lalu, Adnan Rahadian menceraikan Indira setelah mencapnya sebagai istri murahan—padahal wanita itu rela menyerahkan segalanya demi pernikahan yang tak pernah ia minta. * Kini, takdir mempertemukan mereka kembali.Adnan adalah CEO barunya. Dan Indira? Karyawan yang siap ia singkirkan kapan saja. * Tapi dunia sudah berubah. Indira tak lagi lemah, dan Adnan… tak bisa menolak pesona wanita yang dulu ia buang. * "Kamu boleh buang aku, tapi kamu akan menyesal karena melepaskan yang paling berharga dalam hidupmu." * Apakah Adnan akan menyesal saat tahu apa yang selama ini Indira sembunyikan darinya?
Menjalani hidup sebagai bayangan dari kembarannya sendiri membuat Rinai Ayuna lebih akrab dengan luka daripada bahagia. Sejak kecil, dia selalu mengalah untuk Nisara yang diutamakan kebahagiaannya oleh orang tua mereka, sebab Nisara memiliki fisik yang lebih lemah darinya. Bahkan sampai di titik Nisara menginginkan calon suaminya, orang tuanya tega membuat fitnah keji tentangnya agar pernikahan itu gagal dan calon suaminya berpaling pada Nisara. Di titik itu, Ayuna merasa muak dan sekarat oleh jerat takdir yang tidak pernah berpihak padanya. Saat dia seolah siap menyambut kematiannya, pria itu datang, menyelamatkan jiwa Ayuna yang sekarat dan kembali memberinya napas kehidupan kedua. Kehidupan kedua yang penuh dendam dan luka. Namun, pria itu datang dengan tujuan, sebuah kesepakatan tentang pembalasan dendam untuk mereka dengan syarat sebuah pernikahan. Dan Ayuna tidak sadar, jika hidupnya menjadi lebih berbahaya setelah terjerat dalam pernikahan dengan sang taipan. Sebuah permainan berbahaya yang membuat kehidupan keduanya terasa lebih gila.
Naraya Anjani seorang desainer perhiasan, sekaligus calon pewaris Xabiru Company. Perusahaan perhiasan peninggalan mendiang mamanya yang selama puluhan tahun dikuasai papa juga keluarga tirinya. Sesuai surat wasiat, sebulan lagi setelah genap 25 tahun usianya, Nara akan mendapatkan saham dan aset peninggalan mamanya. Siapa sangka itu jadi penyebab nyawanya diincar, hingga beberapa kali nyaris celaka. Hidupnya makin rumit, setelah hubungannya dengan Dikta Wirayudha mulai retak. Dia yang punya trauma akan pengkhianatan, justru memergoki pacar bucinnya ternyata sama brengseknya dengan sang papa yang hobi selingkuh. Berawal dari sakit hatinya itu, membawa Nara terjebak rasa tak seharusnya dengan Elang. Sahabat Dikta yang kemudian menjeratnya dalam obsesi gila. Elang yang selama ini terlihat manis dan pendiam, nyatanya adalah sosok berbahaya yang membuat Nara terjebak dalam cinta terlarang. Membunuh tanpa menyentuh, semengerikan itulah Elang yang ternyata seorang hacker mematikan. Bagaimana juga ketika satu persatu fakta rahasia hidup Nara mulai terungkap? Seperti apa akhir dari skandal terlarang mereka bertiga nantinya, yang akan Nara sengaja ungkap untuk membalas sakit hatinya ke Dikta?! Selingkuh dibalas selingkuh. Nara yang Dikta kira cupu, dengan bantuan Elang sanggup memberinya kejutan luar biasa memalukan. Bagaimana juga dengan perseteruan di keluarga Baswara ? Ibu dan saudara tiri Nara yang jahatnya seperti cerita dalam dongeng. Beruntung dia punya Elang. Si hacker ganteng yang sanggup melakukan apapun demi Nara.
Suatu hari sebelum pernikahannya, Hansika Kamaniya Lais (29 tahun) menemukan sesuatu yang menghancurkan tiap susunan bahagia masa depannya. Tidak pernah terbesit dalam bayangan sekalipun, jika calon suami, Nando Ruhaan (32 tahun) yang ia cintai tengah bersama sahabat yang ia percayai di tempat tidur sama dalam kondisi paling menjijikan. Malam itu seharusnya berakhir dengan ia yang berhak marah, justru berujung pada satu tragedi besar. Dia pikir sudah mati, tapi ternyata dia kembali. Hingga ia memanfaatkan kesempatan yang ada untuk bertekad membongkar kebenaran dan membalas setiap luka yang dirinya terima. Dan dalam setiap langkahnya, ada Satya Fayez (35 tahun) yang terlibat. Sang pengawal pribadi yang dingin biasa menjaganya, kini perlahan terasa menggoda. Pria yang tak seharusnya membuat hatinya bergetar. Ketika jarak makin memudar, Hansika sadar… bahaya sesungguhnya berasal pada rasa yang tidak seharusnya tumbuh di antara mereka.
Fabian Angkasa, seorang co-pilot muda dengan karier yang sedang menanjak, dan baru saja bertunangan dengan Clarissa, seorang model yang tengah merintis jalan menuju puncak popularitas. Hubungan mereka terlihat sempurna di mata keluarga dan sahabat. Pada acara pertunangannya tersebut, Bian mengenal Nadira, tante Clarissa yang tinggal di Bali dan berprofesi sebagai seorang chef.Pertemuan singkat yang seharusnya biasa saja, ternyata meninggalkan jejak yang sulit diabaikan. Beberapa bulan kemudian, tanpa sengaja Bian bertemu Nadira lalu menjalin komunikasi. Semakin sering Bian terbang ke Bali, semakin sering pula ia singgah ke kedai milik Nadira. Obrolan singkat berubah menjadi percakapan panjang, kunjungan biasa berubah menjadi sesuatu yang dirindukan. Bian mulai berada di ambang batas yang berbahaya, sementara Nadira pun perlahan terseret dalam perasaan yang tak seharusnya ada, sebuah cinta terlarang untuk tunangan sekaligus calon suami sang keponakan. Ketika rahasia itu tercium oleh Clarissa dan orangtuanya, segalanya runtuh dalam sekejap. Nadira dituding sebagai perebut kebahagiaan keponakannya sendiri, sementara Bian dicap mengkhianati pertunangan yang baru beberapa bulan mereka jalani. Di tengah tekanan keluarga, Nadira memilih pergi, meninggalkan luka yang belum sempat terjelaskan. Setahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di kota yang berbeda. Fabian masih memendam perasaan yang sama, dan kali ini ia bertekad membuktikan bahwa cintanya bukanlah kesalahan, apalagi dosa. Namun bagaimana jika kenyataan yang sesungguhnya justru lebih rumit dari yang terlihat? Ini adalah kisah tentang cinta yang tumbuh di tempat yang salah. Tapi, jika Bian mencintai Nadira dengan tulus, apakah dunia tetap akan menyebutnya sebuah dosa?
"Ah, keras banget, Om." "Stop, Alea..." katanya menahan sekuat tenaga. "Gapapa, Om, aku suka." "Alea, kamu gila, Sayang." "Ah, Om! ini pertama kalinya aku." "Tidak, Sayang, kita nggak akan melebihi ini." "Uh, Om Kalandra, aku meledak lagi!!" **** "Daddy, kumohon, masuki aku!" Pesta ulang tahun Alisa adalah awal dari segalanya. Aku menenggak minuman panas itu terlalu banyak, dan melangkah masuk ke kamar yang tak seharusnya. Disanalah aku bertemu dengannya. Pria yang punya aura panas dan memabukkan. Saat jemarinya menyentuh pinggangku, alih-alih mundur, aku malah mendekat. Saat napasnya menyentuh leherku, aku justru menginginkannya lebih. Di saat tubuhku mulai tenggelam dalam gairah yang menggelora, seseorang mengetuk pintu dan memanggil nama yang membuat darahku berhenti mengalir. Ternyata pria yang membuatku basah itu adalah....
Degaira Arini, yang akrab dipanggil Dede, telah bersahabat dengan Arsya Mahendra hampir sepanjang hidupnya. Sejak taman kanak-kanak, mereka tumbuh bersama, dikelilingi oleh orang tua yang juga menjalin hubungan erat. Arsya selalu menjadi sosok yang melindungi, tempat Dede berbagi cerita, menumpahkan keluh kesah, dan menemukan rasa aman.Arsya dan Dede selalu sekolah di tempat yang sama. Sayangnya, kebersamaan itu justru membawa persoalan yang tak pernah Dede rencanakan.Tanpa disadari siapa pun, Dede jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Perasaan itu ia simpan rapat-rapat, memilih diam demi menjaga persahabatan. Sementara Arsya, yang tak pernah menyadari apa pun, terus berganti pasangan hampir setiap tahun dan selalu menjadikan Dede pendengar setia kisah cintanya, bahkan mengenalkannya pada para pacar tersebut.Banyak yang mengatakan, persahabatan antara laki-laki dan perempuan tak akan pernah benar-benar bertahan tanpa perasaan yang terselip. Kali ini, perkataan itu terbukti namun hanya sepihak.Suatu hari, tanpa sengaja, Dede mendengar percakapan Arsya dan gengnya di belakang kantin sekolah. "Eh tapi sudah kau jelaskan sama si Sandra, kan, kalau si Dede itu cuma kawan? Jangan pula kau nanti ribut lagi macam sama si Esti dulu." "Sudah lah. Lagian Dede itu bukan siapa-siapa. Cuma kawan dari kecil aja. Mana mungkin juga aku pacaran sama dia, bukan tipeku. Tomboy kali." "Bah,kalau kau pacaran sama Dede, bisa kau dipiting nanti, sabuk hitam, lho, dia." Tawa mereka menggema, sementara di balik tembok kantin, Dede hanya mampu menggigit bibirnya. Dadanya sesak. Tanti segera menarik tangannya, mengajaknya kembali ke kelas tanpa sepatah kata. Arsya Mahendra bukan sembarang siswa. Ia tampan, populer sebagai kapten Basket, berasal dari keluarga berada. Kedua orang tuanya dokter, bahkan rumah sakit tempat papanya menjabat sebagai direktur merupakan milik keluarga besar mereka. Tak heran jika namanya selalu menjadi incaran gadis-gadis.Namun, hingga kapan Dede sanggup bertahan sebagai sekadar sahabat untuk seorang Arsya Mahendra si playboy tampan dari keluarga Pratomo itu?Dan ketika perasaan yang ia sembunyikan mulai melukai dirinya sendiri, akankah persahabatan itu tetap utuh, atau justru runtuh selamanya?
Gala & Salma _______ Pada suatu malam yang dingin disertai hujan lebat, di sebuah rumah kecil dua lantai yang terletak jauh dari pemukiman, Nasalma Ayuwangi Kevlar (Salma) bersembunyi dari suami yang siap menghabisi nyawanya. Suami yang bahkan belum genap lima bulan menikahinya. Rendra Wijanarka (Rendra), pria yang Salma kira bisa menjadi tempat berlindung ternyaman, ternyata hanyalah monster dengan ambisi yang amat mengerikan. Manusia tanpa hati yang hanya tahu menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang dia mau. Di tangan suaminya sendiri, Salma harus meregang nyawa. Di tangan suaminya sendiri, hidupnya harus berakhir. Namun, saat dia mengira kalau dirinya telah berpindah alam, tiba-tiba dia justru terbangun di sebuah ruang rawat inap rumah sakit— pada situasi yang sangat familiar. Belakangan dia sadar kalau dirinya telah kembali ke tujuh bulan sebelumnya. Salma tak lagi menyia-nyiakan kesempatan. Dia bertekad akan mengubah nasib buruk dan membalas semua perlakuan keji yang telah Rendra lakukan padanya dan keluarganya. Janggala Rakyandanu (Gala), pria darah biru— masih keturunan Keraton Yogyakarta— tiba-tiba mengajaknya menikah. Baik di kehidupan sebelumnya, maupun di kehidupan yang sekarang. Jika dulu Salma menolak karena kesenjangan status sosial yang terlalu jauh, maka kini Salma akan mererimanya tanpa tapi. Terlebih, Gala siap membantu menyelesaikan 'misi'. Sayangnya, ada satu hal yang tak Salma perhitungkan dengan matang. Menjadi istri seorang Gala tidak pernah mudah. Dia tidak hanya harus beradaptasi dengan 'hidup' yg sepenuhnya baru, tetapi juga menghadapi seseorang dari masa lalu. Akankah Salma berhasil menyelesaikan misinya, atau menikah dengan Gala justru tak kalah sengsaranya?
“Berapa banyak uang yang kamu minta, Alea? 100, 200, atau 500 juta. Akan aku berikan hari ini juga. Tapi, kamu harus kembali pulang, dan menjauhlah dari keluargaku!” * “Mau seberapa banyak uang yang Anda berikan, tidak akan bisa menutup takdir yang telah terjadi di antara kita, Pak Bram. Aku bukan boneka yang bisa kamu mainkan sesuka hatimu!” * Alea Audrey, 21 tahun, datang ke Jakarta dengan hati yang masih hancur setelah kehilangan bayinya. Ia memenuhi panggilan budenya untuk membantu merawat dan menyusui cucu yang baru lahir karena sang ibu—kakak sepupunya sendiri—terbaring koma usai melahirkan. * Namun langkah Alea terhenti saat melihat pria yang menyambutnya di pintu rumah sakit. Itu adalah Bramantyo Prawira, 32 tahun,—mantan suaminya yang dulu menceraikan dan meninggalkannya tanpa penjelasan, dan ternyata adalah suami sepupunya sendiri. * Antara luka masa lalu dan takdir yang mempertemukan kembali, Alea harus memilih: pergi sebelum rahasia terbuka, atau tetap tinggal demi bayi yang ternyata memiliki hubungan lebih dalam dari yang ia duga. * Tapi, apakah benar Bramantyo selama ini hanya mempermainkan Alea? Atau ada sesuatu?