bc

Vonis Sang Pengantin dalam Kuasa Tuan Pewaris

book_age18+
68
IKUTI
1K
BACA
billionaire
revenge
HE
fated
friends to lovers
arranged marriage
powerful
heir/heiress
drama
tragedy
bxg
office/work place
enimies to lovers
musclebear
substitute
like
intro-logo
Uraian

Bukti itu berhasil Kinayang dapatkan, tentang sebuah pengkhianatan besar hingga fakta jika saudara tirinya tengah mengandung bayi pria lain di saat pernikahan wanita itu dengan pewaris Alastair Tech sudah di depan mata.

Malam itu, Kinayang mengungkapkan semuanya, di depan dua keluarga besar, melempar semua bukti-bukti tentang betapa murahannya sang saudara tiri.

Bukti itu adalah harga yang harus mereka membayar atas segala derita yang telah mereka ciptakan dalam hidup Kinayang selama ini.

Sayangnya, Kinayang tidak pernah mengantisipasi bahwa bukti perselingkuhan yang dia sodorkan justru berbalik mencekik lehernya sendiri.

Pria yang hampir menjadi pengantin itu justru menatap Kinayang seolah dia adalah pelaku kejahatan yang harus dieksekusi.

Tidak ada rasa terima kasih dari pria itu karena telah diselamatkan dari bencana pernikahannya sendiri, pria itu justru menatapnya nyalang dengan ekspresi yang mengerikan.

Dan di detik selanjutnya, Kinayang dihantam kenyataan jika bukti kebenaran itu kini resmi menjadi bumerang yang mematikan baginya.

Dunianya runtuh saat vonis telah dijatuhkan, jika Kinayang lah yang akan menjadi pengantin sang pewaris Alastair Tech itu.

Lalu, bagaimana Kinayang lari dari vonis pernikahan yang ditetapkan untuknya jika pria itu telah bersumpah akan menjadikannya narapidana dalam penjara pernikahan yang paling ‘indah’?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1 | Serangan Pertama
Wanita itu menyeringai sinis sambil keluar dari mobilnya dengan wajah yang congkak, seolah siap menjadi bintang untuk malam ini di tengah makan malam dua keluarga yang saling berbahagia itu. Tarikan napasnya masih membuat wanita itu meringis sakit sebab luka tusuk di pangkal bahu kanannya yang belum kering. Namun tatapan wanita itu semakin nyalang, mengabaikan rasa sakitnya demi melancarkan misinya untuk menghancurkan mereka. “Ini hadiah paling indah yang akan aku persembahkan untuk kamu, Dara … Kamu pikir selama ini kamu menang karena aku selalu diam dan tidak membalas saat bagaimana kamu terus berusaha untuk merusak semua hal dalam hidupku? Not that easy, bitchh … Aku hanya menunggu waktu yang tepat … Satu serangan yang akan langsung meluluhlantakkan hidup kamu, dan kini waktunya telah tiba,” bisik wanita itu dengan kilat amarah yang semakin membara. “Non Kinayang … Baru pulang?” Salah satu ART menyapanya, dan wanita itu mengangguk dengan senyum tipis sambil melangkah masuk. Namun langkahnya kembali terhenti saat ART yang merawatnya sejak kecil mendekat dan membisik lirih. “Tamu agung Tuan sudah datang … Sepertinya ini diskusi final sebelum pesta besar pernikahan Nona Dara dan Tuan Kafyn digelar, Non…” Kinayang kembali mengangguk tanpa ekspresi, melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan di mana mereka berada. Tamu agung yang dimaksud adalah tamu dari keluarga Alastair yang akan menjadi besan keluarganya. Berita jika keluarga Alastair akan berbesan dengan keluarga Baswara sudah cukup santer akhir-akhir ini, namun publik belum mengetahui siapa di antara putri Haris Baswara yang dipinang oleh pewaris Alastair Tech itu karena belum ada undangan resmi yang disebar. Hubungan Dara dan pria itu selama ini memang tidak pernah terpublikasi sebab keluarga Alastair sangat menjaga privasi. Semakin melangkah masuk, sayup-sayup obrolan mereka di ruang keluarga terdengar menggema hangat. Ah, dua wanita sundall itu pasti selama ini merasa tenang dan tidak lagi menganggap Kinayang sebagai ancaman sebab Kinayang selama ini selalu diam dan sibuk dengan dunianya hingga mereka terlena. Saat Kinayang akhirnya tiba di sana, obrolan seketika terhenti, semua mata langsung tertuju ke arahnya. Kinayang bisa melihat amarah Elina yang tertahan, pun Dara yang terlihat tidak terima dengan kehadirannya. “Duduklah, Kina … Kamu baru pulang?” Sang Papa -Haris Baswara- terlihat mempersilahkan dengan nada yang kaku. “Iya, Papa.” Kinayang langsung tersenyum hangat, mengangguk pada keluarga Alastair yang juga tersenyum tipis ke arahnya. Namun hatinya refleks mendesis saat melihat Kafyn Alastair memberikan tatapan tajam padanya. Oh, pria dingin bin congkak yang terkenal di seluruh kalangan wanita itu membuat Kinayang merasa ilfeel. Sok tampan! Well, meski memang tampan sialann, Kinayang mengakui itu. “Lebih baik Kinayang membersihkan diri dulu, baru bergabung lagi, Nak …” Elina dengan nada hangat dan tatapan keibuannya langsung melancarkan aksi untuk mengusir tamu tak diundang itu, namun Kinayang langsung menggeleng dengan senyum paling manis. “Tadi Kinayang sudah mandi di kantor, Tante …” ujar Kinayang yang tetap memilih duduk di sisi paling ujung, memberikan senyum terbaiknya. Kinayang bisa melihat tatapan benci yang coba disembunyikan wanita tua itu padanya, juga amarah tertahan karena Kinayang memanggilnya dengan panggilan tidak pantas di depan besan wanita tua itu. Wanita itu lalu kembali melirik sekilas pada keluarga Alastair. Ah, persetan jika keluarga Alastair juga menilainya sedang mencari perhatian! Kinayang tidak memiliki urusan dengan mereka, fokusnya hanya pada tujuan untuk melempar kotoran ke wajah dua wanita sundall itu! “Dan … memang ada yang ingin Kinayang sampaikan .. Demi kebaikan kedua keluarga … Sebelum Dara melangkah ke jenjang pernikahan … Agar tidak ada yang merasa dirugikan …” Ucapan Kinayang selanjutnya membuat semua mata kembali tertuju ke arah Kinayang, dadaa Elina sendiri sudah kembang kempis menahan amarah, rasanya ingin menjambak rambut wanita sialann itu. Kinayang kembali melirik pada Kafyn Alastair, juga orang tua pria itu yang cenderung terlihat lebih tenang namun dengan tatapan yang Kinayang tau penuh penilaian. “Jangan mengacaukan suasana, Kinayang … Masuklah ke kamar …” Haris terlihat ikut menggeram, namun berusaha menahan wibawanya di depan sang besan. “Kinayang justru ingin menyelamatkan Papa … Sebentar …” Wanita itu, dengan langkah yang penuh percaya diri menuju LCD TV berukuran empat puluh inch lalu menyambungkan flashdisk ke port di samping layar. Kinayang memegang kendali remote hingga layar tersebut menampilkan sebuah video Dara tengah b******u dengan seorang pria. Semua orang langsung menganga melihatnya. Dan video itu terus mengulir hingga menunjukkan aktivitas yang tidak layak ditonton sebagai tontonan bersama keluarga. Desahan dan teriakan dari suara wanita yang familiar membuat wajah-wajah di ruangan itu langsung memucat. “Ughh … Deeper Keano … Faster …” “Lebih keras … Terlalu nikmat … Oh sialan …. Aghh … Aghh … Sebentar … Aghhh …. Sialannn … Aku … Aku …. Aghhhh!” Kinayang langsung mem-pause video tersebut, melihat dengan tatapan jijik pada bagaimana tubuh Dara saling menyatu dan mengejar kepuasan dengan pria selingkuhannya itu. Kinayang menatap Kafyn dengan tatapan simpati atas pengkhianatan yang dilakukan oleh calon istrinya, namun ekspresi pria itu membuat Kinayang menahan napas. Kenapa tidak ada raut terluka di wajah Kafyn? Kenapa tidak ada emosi membara di wajah pria itu seolah ingin menghabisi Dara detik itu juga? Hell! Sebab Kinayang bisa memposisikan diri sebagai pengamat, bagaimana bisa sosok sesempurna yang bergelimang harta dengan rupa bak dewa itu mendapatkan pengkhianatan paling menjijikkan dari wanita yang akan dinikahinya sebentar lagi?! Harusnya pria itu hancur dan mengamuk! Namun, ekspresi Kafyn Alastair adalah misteri yang tidak mampu Kinayang tebak! “Apa yang kamu lakukan, Kinayang?! Kamu memfitnah saudara kamu!” Elina langsung berteriak keras, wanita tua itu langsung beranjak untuk menghentikan Kinayang dan bahkan hendak melayangkan tamparannya. Namun, Kinayang langsung menahan kuat lengan Elina dengan tatapan sinis, menarik lengan itu kuat sambil membisik lirih. “Easy … Tante … Jangan menunjukkan kelakuan jalangg kamu di depan besan yang mungkin tidak akan jadi besan kamu lagi setelah ini,” Kinayang tertawa setann di telinga Elina sebelum akhirnya kembali mendekat ke sofa, mengabaikan bahu kanannya yang kembali berdenyut nyeri. Dia lalu membuka tas kerja yang berisi beberapa dokumen juga foto pendukung perselingkuhan calon pengantin yang sudah hamil itu. “Bukti digital itu diambil dari CCTV vila keluarga kami di puncak … Itu adalah villa milik mendiang Mama saya, ternyata ada penyusup yang menggunakan villa itu untuk ber-setubuh dengan tidak tau malu.” Kinayang kembali mendecak dengan tatapan jijik pada Dara. “Semua bukti lengkapnya ada di sini …” Kinayang mengangsurkan flashdisk miliknya, juga sejumlah foto ke hadapan keluarga Alastair. Dara di tempatnya langsung mencengkeram tangan Kinayang, ingin merobek semua foto itu, namun saudara perempuan Kafyn langsung menyautnya lebih cepat, dan Kinayang langsung memberikan senyum setan penuh kemenangan pada Dara. Kafyn mengambil flashdisk itu, memutar tutup pelindungnya dan langsung menancapkan ujung USB Type-C tersebut ke port bawah ponselnya. “Kafyn …. Dia sangat jahat … Memfitnahku dengan begitu keji …” Dara menangis pilu, dengan air mata yang sudah bercucuran. “Ini adalah formulir hasil pemeriksaan kehamilan Dara yang ditemukan di tong sampah kamarnya,” ujar Kinayang melanjutkan. Wanita itu mengangsurkan sebuah kertas yang penuh jejak solasi bening karena Kinayang harus menyatukan robekan kertas itu agar kembali utuh dan bisa dibaca. “Lancang sekali kamu, Kinayang!” Elina kembali berteriak lantang, siap untuk kembali menyerang Kinayang, namun Kinayang hanya tersenyum manis, meraih lembut tangan wanita tua itu dan memelintirnya lalu mendorongnya pelan hingga kembali duduk di sofa. “Tante … Jika memang semua yang Kina ungkapkan ini adalah fitnah … Kina yakin … Keluarga Alastair sangat mampu membuktikannya … Bukankah begitu … Tuan Kafyn?” Kinayang tersenyum dengan raut wajah yang tetap tenang, menatap pada Kafyn yang terlihat masih sibuk mengulir semua bukti foto, video maupun copy dokumen dari flashdisk yang diberikan Kinayang. Ini adalah apa yang Kinayang tunggu-tunggu, menampar kehidupan wanita itu hingga hancur lebur. Lihat saja wajahnya sekarang … dipenuhi amarah dengan tangan yang mengepal di pangkuan, namun juga terlihat pucat pasi seolah dicekik oleh takdir yang kali ini tidak berpihak padanya. “Kamu memfitnahku sekeji ini karena kamu iri denganku, kan? Kamu memalukan Kinayang … Cara kamu murahann dan menjijikan! Kamu iri karena aku akan menikah dengan pria sesempurna Kafyn?!” Dara sudah beranjak sambil menghentakkan kakinya. Kinayang langsung tersenyum sambil menggeleng, menatap pada masing-masing anggota keluarga Alastair yang wajahnya keruh namun masih diliputi keterkejutan. “Saya yakin … keluarga Alastair bisa membuktikan semua yang saya ucapkan saat ini juga, kan? Nama pria itu adalah Keano Elian Drastanta, pemilik The Blind Tiger Bar …” Tatapan Kinayang beradu dengan Kafyn Alastair yang juga menatapnya setajam elang. Kini Kinayang bisa merasakan emosi yang mulai mengoyak jiwa pria itu, pada kehancuran yang tidak diantisipasi olehnya. “Nala Kinayang! Cukup!” Haris langsung menyentak putrinya, namun Kinayang lagi-lagi menunjukkan sikap yang tak gentar. “Cukup bagaimana, Papa? Kinayang ingin pernikahan Dara dimulai dengan kejujuran … Kasihan jika Kafyn Alastair harus menikahi wanita berbadan dua, dan membesarkan keturunan yang bukan darah dagingnya … Kinayang sedang menyelamatkan kedua keluarga, agar tidak ada yang dirugikan …” Kinayang tetap terlihat tenang, tatapannya kembali melirik pada Dara yang tengah berakting sebagai wanita tidak berdaya, seolah menunjukkan jika dia korban kekejaman fitnah Kinayang. “Kafyn … Sungguh … Ini semua adalah tuduhan … Kinayang tidak pernah menyukaiku … Dia selalu membully-ku sejak kecil, aku tidak menyangka kebenciannya sejauh ini hingga ingin menghancurkan hidupku … Tolong percaya padaku, Kafyn … Ini adalah bentuk ujian pernikahan kita … Tolong jangan biarkan Kinayang menjadi penghancur pernikahan kita …” Wanita itu kini beranjak untuk memohon pada Kafyn, dan Kinayang menjadi pemerhati yang penuh penilaian. Menatap pada tindakan Kafyn selanjutnya yang tidak bisa ditebak. “Saya yakin … keluarga Alastair selama ini selalu hidup berdasarkan fakta tanpa ada keraguan di dalamnya … Pengakuan seseorang tanpa bukti konkret hanyalah omong kosong.” Kinayang kembali mengonfrontasi, nada suaranya tetap tenang, namun penuh kemenangan. “Diam kamu, Kinayang!” Elina kembali menyentak, tangannya mengepal kuat namun tidak bisa melakukan apa pun. “Pergi kamu dari sini!” Dara pada akhirnya kalap, beranjak sambil membanting gelas tepat ke arah Kinayang dan siap menyerang Kinayang dengan emosi yang semakin membabi buta. Namun, langkah Dara terhenti begitu saja saat mendengar suara Kafyn. -Ya … selidiki secepatnya, Zidan …- Suara Kafyn yang sedingin es itu membuat Dara langsung tersentak hancur. Wanita itu kembali membalikkan tubuhnya dan menatap nanar penuh kecewa dengan tubuh yang gemetar atas tindakan calon suaminya, yang telah mengambil tindakan penyelidikan cepat dengan menghubungi asisten pribadinya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
2.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.1K
bc

Kali kedua

read
221.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.5K
bc

TERNODA

read
201.5K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.0K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook