“Dante, gue dapat amanah dari Tante Cynthia buat ngerayu elu setuju nikah ama Bunga.” Kataku. Aku menemui Dante di tempat dia biasa menghabiskan waktu. Dante melihatku dengan sinis, yaah dia kan memang emosional. Benar kata Reina, bakalan kasihan yang jadi istrinya kalau dia tidak berubah. Kalau Tante Cynthia bilang bahwa Bunga adalah gadis yang cocok untuk Dante, pasti level kesabaran gadis itu level dewa tersakti! Karena kalau tidak, baru nikah seminggu mungkin saja Bunga sudah ajukan cerai. “Elu sekarang udah jadi kurir pembawa pesan ya?” Dia mengejekku, bertanya dengan sinis. Aku menimpuknya dengan kulit kacang. Kesal! “Demi Tante Cynthia nih, kalau elu bukan sepupu gue, kalau Tante Cynthia bukan adik kesayangan mama, mana mau gue jadi kurir? Lagian apa yang bikin elu nolak Bunga si