Tower Maya lantai delapan belas akan jadi tujuan Wika dan Jeje. Setelah terlepas macet panjang hampir dua jam lamanya di jalan dan masih butuh beberapa jam lagi kalo di lanjutkan pulang ke rumah Jeje, pilihan singgah di apartemen milik Wika memang keputusan tepat. Turun dari mobil setelah parkir tidak jauh dari lobby, Wika berlari kecil tanpa memakai payung, Jeje sudah dia turunkan di lobby tadi. "Selamat malam pak," sapa security yang bertugas sambil membukakan pintu lobby. "Malam," jawab Wika sambil memegang punggung Jeje supaya masuk bersamaan. Setelah menempelkan kartu akses menuju lift, mereka pun masih menunggu lift yaang sedang menuju ke bawah. "Abang basah," ucap Jeje sambil menyeka rambut wika dengan tisu yang dipegangnya. "Sedikit." "Kenapa nggak pake payung?" "Males nga

