Bunga Anindya merasa badannya sakit semua, tadi mungkin tidak terasa apa-apa selain sakit hati, tapi sekarang?! Nyeri di beberapa bagian tubuhnya menyiksanya. Bhadra yang masih memejamkan mata terpaksa membuka mata melihat Bunga Anindya. "Apakah ada yang salah?" tanya Bhadra, khawatir menatap istri pertamanya. "B-badanku ... ah ... rasanya sakit semua, Bhadra. Ah ..." Bunga Anindya berusaha membenarkan posisi tidurnya tapi tidak bisa, jam di luar juga sudah menunjukkan sore hari, jikalau pulang, Bunga Lilyana pastilah sudah sampai di desanya. "Aku akan pergi sebentar memanggil Dokter!" seru Bhadra, bangkit dari ranjang rumah sakit menjauhi Bunga Anindya. "Bhadra ... jangan lama-lama! Aku ..." "Aku hanya sebentar! Tenanglah!" sahut Bhadra, memotong ucapan Bunga Aninyda. Bhadra pergi kel

