Bunga Lilyana yang masih merasa pusing di kepalanya, minta bantuan Jaka untuk membawanya ke rumah Bu Aini, kalau kenapa-kenapa! Takut adiknya cemas memikirkan dirinya. "Maaf, Jaka. Bukan bermaksud mengganggumu, tapi ... kepalaku sangat sakit, maukah kau mengantarku ke rumah Bu Aini? Adikku ada di sana!" Jaka yang kebetulan mau keluar desa, tidak jadi dan malah menolong Bunga Lilyana. "Jangan bicara yang macam-macam, Bunga Lilyana. Aku tulus membantumu, jika ada apa-apa, kau bisa menelpon-ku untuk sekedar meminta bantuan dariku. Apa kau tahu?! Rasa sesal di hatiku teramat dalam saat tidak bisa melindungi harga dirimu di hadapan semua orang, sekarang jangankan meminta bantuan, ibarat kuberikan gunung emas sekalipun, tak akan bisa menghapus rasa sesalku, Bunga Lilyana," Jaka masih saja terlu

