Jenny yang baru bertemu putra angkatnya setelah sekian lama, memeluknya dengan sangat erat. Rindu pada Bhadra akhirnya dia tumpahkan saat itu juga. "Sayangku ... kemana saja kau, Nak?" tanyanya lembut dan penuh kasih sayang. "Mama, Bhadra baik-baik saja, Ma. Hanya saja ... " jawabnya datar menatap Bunga Anindya. "Kenapa dengan dia, Sayang?" Jenny Handoko penasaran. Barangkali fisik Bunga Anindya kenapa-kenapa, masalah kesucian ... Jenny sepertinya tahu penyebabnya. "Bima ... pria itu telah ...." "Menodainya, bukan?! Tadi Manaf sudah memberitahu Mama semuanya, mengenai dia diculik dan disekap Bima. Soal perselingkuhannya, mama sudah tahu sejak lama, Nak. Hanya saja ... menghargai mu agar tidak menambah beban luka di hatimu," Jenny mengusap kepala Bhadra sambil meneteskan air mata, sekia

