Bab 16: Tindih Menindih?

2331 Kata

*** “Nico, aku sudah selesai.” Catherine menatap suaminya yang duduk bersandar di sofa dengan kedua mata terpejam. Namun Nicolas tak memberi respons. Tidak membuka mata, tidak juga bergerak sedikit pun. Catherine mengerutkan kening. “Dia tidur apa ya?” gumamnya pelan. Wajahnya tampak kebingungan. Ia masih berdiri di hadapan pria itu, memerhatikan dengan seksama. “Padahal lima menit lalu masih sempat teriak-teriak. Masa iya langsung tidur secepat itu?” Ia membungkuk sedikit, lalu dengan ragu mengulurkan tangan dan menyentuhkan ujung telunjuknya ke paha Nicolas, menoel-noel pelan. “Nico?” panggilnya dengan suara lembut. “Kamu tidur? Aku sudah selesai. Katanya lapar, kenapa malah tidur?” Tapi tetap tidak ada reaksi. Nicolas masih dalam posisi yang sama. Tenang. Diam. Bahkan napasnya beg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN