Bab 17: Sindiran Keras

1877 Kata

Bab 17: Sindiran Keras “Kena amuk lagi?” tanya Nicolas, kali ini dengan ekspresi datar namun penuh sindiran, cukup untuk membuat Axel mendengus pelan, menahan jengkel. Tapi percayalah ia lebih kepada menggoda ayahnya. Di samping Nicolas, Catherine menengadah—menatap suaminya lalu beralih ke ayah mertuanya secara bergantian. “Dia kesal karena kalian tak kunjung turun sejak tadi. Semua orang sudah lapar menunggu kalian,” jawab Axel dengan nada datar. Sesekali tatapannya melirik ke tangan putranya yang masih melingkar posesif di pinggang Catherine. Posesif sekali. Melebihi dirinya kepada Clarissa. Ah, refleks saja Axel mendengus dalam hati. ‘Betah sekali tangannya di sana,’ batin Axel, sedikit heran. ‘Tak mungkin dia menyukai Catherine hanya dalam semalam. Sebenarnya apa yang kau renca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN