"Sayang, aku ke toilet bentar ya." Aku mengangguk saja dan membiarkan nya ke toilet dengan di temani oleh Tina yang juga ingin ke toilet. Sehingga meninggalkan ku bersama Sha, dan juga Arkan. Jadwal pemeriksaan kandungan dengan Dokter Airin berjalan dengan lancar. Bayi kami sehat-sehat saja, bahkan kondisi nya sangat baik. Menurut prediksi beliau, anak kami kemungkinan cowok. Aku sudah sangat senang mendengar itu. Tapi, itu baru prediksi saja, mungkin bulan depan baru bisa melihat jenis kelamin nya. Di saat aku sedang mengamati Arkan yang terlihat setia menemani Sha. Arkan dengan sabar menghadapi Sha yang terkadang rewel sejak tadi. Bahkan, putri ku itu tidak mau di gendong Tina lagi. "Bang Arkan." Panggil ku. Anak yang masih memakai seragam merah putih itu menoleh padanya. "Gak pegel