Aku merasa hawa dingin begitu menusuk begitu aku keluar dari dalam mobil yang terparkir di bibir pantai. Maka ku rekat kan kembali jaket milik Alvan di tubuhku. Suara deru ombak langsung terdengar di telinga ku, membuat perasaan ku yang senyap menjadi tenang. Dalam gelapnya malam aku menatap ke tengah lautan, dengan di temani sang malam yang datang memeluk. Suara gesekkan langkah terdengar mendekat, aku menoleh kebelakang. Alvan mendekat dengan tatapan mata berbinar cerah. Datang ke pantai hanya untuk mendengar suara ombak di jam yang sangat tidak normal bukan lah ke inginan ku. Kami dari rumah orang tua ku tadi jam 2 pagi, dan hampir satu jam perjalanan akhirnya tiba di pantai yang sangat sepi. Hanya terdengar suara ombak dan hembusan angin. "Ayo." Dia mengajak ku lagi. "Kemana?.