“Suhuu bangun!” Teriakan itu mengganggu, tapi Shuhua; gadis berumur 18 tahun itu terlalu nyaman dengan selimutnya. Masa bodo dengan teriakan itu, semalaman dia bergadang mengintip tetangganya. “Suhu!” Ketika selimutnya ditarik, dan cipratan air mengenai wajahnya, baru sosok itu membuka mata. “Ih Mamih!” “Bangun cepetan, jangan bikin Mamih narik kaki kamu ya, Suhu.” “Cici! Panggil Cici!” “Bodo ah, cepetan bangun.” Nama adalah pemberian dan doa dari orang tua, tapi Shuhua sadar dia tinggal di Indonesia. Nama lengkapnya Chou Shuhua, teman temannya seringkali bingung untuk nama panggilannya. Suhu? s**u? Sampai akhirnya nama Cici dia kenakan. Toh dia ayahnya memang orang China. “Suhu!” “Iya ini turun Mamih!” Mandi, bersolek, Shuhua bangga dengan dirinya yang setidaknya memiliki wajah

