Semuanya berjalan kembali dengan normal. Akila dan bantal hidupnya kini tidak lagi mencemaskan Kesehatan anak sulung mereka. Kembali ke kamar yang nyaman, juga dengan perasaan yang masih sama seperti dahulu. Akila mengadah menatap sang suami yang sibuk membaca. Satu tangan Kris mengusap rambut istrinya, tapi tangannya yang lain sibuk menopang buku. Dengan kacamata yang bertengger di hidungnya yang macung. Betapa sempurna suaminya, bahkan di usianya yang sudah matang, Akila kembali jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya. Perhatian pria itu, bagaimana cara Kris merawatnya selalu membuat Akila tidak berhenti bersyukur karena Tuhan telah memberikan jalan ini untuknya. Bahkan saat ini, Kris rela untuk duduk bersandar di kepala ranjang demi bisa dipeluk oleh istrinya. Padahal masih ada buku

