“Mas….,” panggil Akila sambil berdiri menggendong Galaxy; menatap sang suami yang sedang berbaring di atas ranjang dan dirawat oleh seorang perawat paruh baya di sana. “Jangan ke sini, Dek. Diem di sana, jangan ke sini.” Selalu saja kalimat itu yang keluar dari mulutnya, disaat Akila hendak mendekat. “Tapi aku kangen, kakak juga,” ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca. “Tunggu Mas sembuh dulu, Sayang, udah sana keluar. jangan di kamer ini. kan Ibu kamu mau datang, siapin makanan atau apa gitu biar beliau senang.” Air mata Akila masih berlinang di sana, enggan meninggalkan tempat itu. Bahkan Ketika kakinya hendak melangkah, sang suami tidak lupa memperingatkan, “Sayang…., keluar dulu, Dek. Jangan gitu, kasian kakak sama janinnya.” Akila mendengus kesal. “Cepet sembuh, Masnya.” “Iya, i

